Mobile Computing Platform : Ketika Intel berusaha masuk dunia Mobile Gadget

Intel vs ARMJika anda biasa bergelut dalam dunia Server, PC, Laptop, atau Notebook,  maka hanya ada 2 nama manufaktur chipset terkenal yaitu Intel dan AMD. Keduanya , terutama Intel adalah raja dalam dunia komputer baik itu Server, PC atau yang bersifat mobile seperti Laptop/notebook. Namun bagaimana dengan dunia Gadget, Tablet PC, Smartphone atau mobile handset lainnya? Ternyata keduanya boleh dibilang ‘memble’. Nama produsen top untuk mobile gadget itu adalah Qualcomm dengan varian Snapdragon, Samsung dengan brand Exynos selanjutnya ada produsen lain seperti Allwinner, STM, Marvell, NVidia  dan sekarang yang biasa dipakai gadget murah (buatan china) adalah MediaTek dengan seri MTK 6xxx.

Mengapa Intel yang berjaya di ranah komputasi baik tetap maupun mobile, justru terlihat tidak berdaya di ranah mobile gadget?. Sebenarnya ini bukanlah kesalahan dari Intel, tapi memang pada dasarnya ada perbedaan arsitektur antara kebutuhan komputasi dan mobile gadget.  Intel menggunakan arsitektur x86, sedangkan perangkat mobile gadget hampir semuanya menggunakan arsitektur berbasis ARM. Chipset berbasis ARM hampir digunakan di sekitar 95% Smartphone dan ada sekitar 10% dipakai di komputasi bergerak. Untuk arsitektur x86 maka yang terjadi kira-kira sebaliknya.

Perbedaan arsitektur ini jelas, karena pasar keduanya berbeda. X86 arsitektur didisain untuk lingkungan komputasi berat, dimana penggunaan daya tidak merupakan hambatan seperti di PC atau Server . Inilah yang menyebabkan prosesor/chipset Intel bisa melakukan algoritma, pemrosesan video/gambar maupun perhitungan-perhitungan berat, namun karena kemampuan tersebut, tentunya prosesor intel rakus akan daya. Hal Ini tidak masalah karena Server/PC selalu  ditempatkan di ruangan atau meja dan terhubung dengan soket listrik.  Berbeda dengan prosesor/chipset berbasis ARM yang biasa digunakan dilingkungan Gadget dengan keperluan sekitar internet, video/music player atau aplikasi sederhana lainnya. Yang terpenting adalah mampu menyediakan kemampuan kebutuhan aplikasi mobile dengan daya sehemat mungkin. Ceruk pasar yang berbeda ini tentunya membutuhkan kemampuan prosessor yang sesuai.

Apakah Intel tidak melihat peluang di dunia mobile ? tentu bodoh jika Intel diam saja karena perkembangan mobile gadget tumbuh secara signifikan dibandingkan PC atau laptop. Tantangan terbesar bagi engineer di Intel adalah bagaimana bisa  mendisain prosesor baru yang hemat daya dan bisa diaplikasikan di mobile gadget. Jika mereka membuat arsitektur yang benar-benar baru, tentunya itu membutuhkan cost yang luar biasa mahal. Pilihan paling bijak adalah menggunakan base  disain arsitektur yang sudah ada, lalu dirancang ulang sesuai kebutuhan mobile. Beberapa prosessor baru intel seperti kelas Atom adalah jawaban Intel untuk mobile handset. Namun, anehnya oleh manufaktur PC justru dijadikan kelas baru dibawah mobile notebook yaitu netbook. Disinilah justruk keunikan dari prosesor Atom. Chipset ini memiliki komputasi yang cukup mumpuni tapi dibarengi penghematan daya yang signifikan sehingga bisa tampil di kelas dibawah laptop tapi oleh produsen komputer dianggap terlalu tinggi untuk masuk kelas tablet PC. Sehingga terbentuklah kelas baru, kelas low-level laptop yang murah dengan harga sekitar 2 jutaan, maka sudah diperoleh netbook untuk keperluan pengetikan, komputasi sederhana dan multimedia internet.

Intel bisa saja mengambil lisensi ARM, tapi mereka memilih untuk menggunakan base design yang mereka miliki. AMD, pesaing intel di PC,  sudah mengambil lisensi ARM, dan kini tampaknya persaingan di mobile gadget akan semakin ramai.  Intel yang berusaha keras mewujudkan prosessor mobile berbasis x86 telah meluncurkan sub-arsitektur CloverTrail, yang telah digunakan pada phone tablet (phablet) Lenovo K900. Hasilnya, cukup dengan dual core (dua inti) chipset saja sudah menggungguli Smartphone Samsung Galaxy S4 dengan Octa core (delapan inti) chipset Samsung Exynos yang berbasis ARM, berdasarkan benchmark Antutu.  Dari sini, efektifitas dan efisiensi  chip mobile Intel dengan arsitektur Clovertrail sudah menyaingi arsitektur chip mobile  berbasis ARM.

Lantas, bagaimana kelanjutannya. Tentu saja Intel perlu memasarkan prosessor tersebut secara efektif ke dunia mobile gadget manufaktur maupun para application developer. Jika Intel gagal dalam pemasaran produk tersebut, maka habislah Intel di dunia mobile gadget. Mereka hanya akan berjaya di dunia Server, PC, Laptop dan sejenisnya yang pasarnya sudah tetap dan cenderung turun dibandingkan mobile gadget. Apa jadinya jika Intel sukses memasarkan prosessor mobilenya?. Maka  mobile gadget  sekarang akan memiliki kemampuan jauh lebih hebat. Ilustrasi paling tepat seperti ini, jika anda tahu kekuatan PC atau Server, maka kekuatan komputasi  server ada di tangan anda. Anda bisa dengan mudah melakukan komputasi sekelas PC/Server seperti 3D Rendering,  CAD/CAM,  Video/Image Processing, perhitungan Statistik/Matematika rumit, Mathlab, dan beragam aplikasi komputer yang biasa jalan di PC/Server itu semua bisa berjalan dalam genggaman anda.

Sudah pasti, ARM tidak akan berdiam diri terhadap langkah yang dijalankan Intel. Tentu saja, mereka tetap berusaha meningkatkan performa prosessornya lebih baik. Dengan penumpukan berbagai inti (multi-core) dan keunggulan hemat daya yang telah dimilikinya atau membuat sub-arsitektur lebih baru agar mobile chipsetnya bisa menjalankan aplikasi sekelas server akan menjadi sasaran dari para engineer ARM dalam disain prosesor mobilenya. Meskipun tidak memiliki pengalaman dalam disain prosesor server, tapi pengalaman dan keunggulan di pasar mobile gadget menjadi bekal dalam bertarung di ranah mobile masa depan.  Disinilah tampaknya, pertarungan Intel dan ARM dalam mewujudkan era Mobile Computing Platform akan menjadi kenyataan.

4 pemikiran pada “Mobile Computing Platform : Ketika Intel berusaha masuk dunia Mobile Gadget

  1. Ping balik: Bagaimana kelanjutan ARM Architecture vs x86 based architecture dalam Mobile Computing? | ilmu SDM

  2. Ping balik: Sebuah PC hanya seukuran USB Storage stick | ilmu SDM

  3. Ping balik: Future of Work : Inilah penggerak perubahan pekerjaan di masa depan ! | ilmu SDM

  4. Ping balik: Bagaimana perkembangan mobile chipset Intel saat ini ? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s