Menghidupkan Ekosistem Bisnis, Pendekatan Baru Manajemen Bisnis

EcosystemBagaimana bila fisikawan dan ahli biologi memiliki kesamaan pendapat dalam hal manajemen?. Adalah Professor Marco Iansiti, seorang fisikawan, pengajar pada Harvard Business School, principal pada Keystone Strategy Inc serta Professor Lavien, ahli Biologi, pernah bekerja di Microsoft yang juga principal dari Keystone Strategy Inc, memberikan pandangan sama bahwa pemahaman terhadap unsur alami pada ekosistem merupakan kunci dalam memahami lingkungan bisnis sepenuhnya.  Analogi dunia ekonomi bisnis dengan ekosistem dijelaskan secara logis dan sistematis melalui pendekatan biologi.

Dalam bukunya, The Keystone Advantage (2004), Iansiti dan Lavien menyebutkan bahwa organisasi -organisasi yang berhasil atau gagal sebagai platform leader, memiliki perilaku yang berbeda ketika organisasi tersebut menempati posisi sebagai hub dalam lingkungan industrinya.  Posisi hub bukanlah berarti organisasi tersebut memiliki massa yang besar (dalam hal asset, laba, kapitalisasi dll), tetapi karena organisasi tersebut menempati posisi yang unik dan strategis, memiliki peran dalam menentukan arah lingkungan bisnis atau ekosistem bisnis. Termasuk diantaranya adalah kehidupan, maju maupun redupnya para anggota ekosistem bisnis tersebut.

Posisi organisasi sebagai hub yang bisa menjaga keuntungan, tapi juga menghidupkan para anggota dalam ekosistem bisnis, disebut sebagai Keystone. Namun , hub yang rakus dan menyerap semua keuntungan yang disediakan oleh ekosistem tersebut akan menjadi landlord. Contoh nyata landlord adalah Enron, ketika menjadi broker bermacam-macam perdagangan mulai dari energi sampai dengan broadband network. Saat Enron tergoda melihat besarnya potensi keuntungan dari ekosistemnya, maka dia berupaya menyerap semua keuntungan yang disediakan ekosistem tersebut. Ketika anggota ekosistem mulai terganggu kesehatannya, Enron juga semakin sulit memperoleh keuntungan. Ketamakan dan kerakusannya membuahkan kreatifitas pembukuan fiktif yang meruntuhkan dirinya sendiri.

Posisi hub dengan keuntungan tanpa merusak kesehatan anggota ekosistem memperoleh manfaat yang besar. E-bay, adalah contoh keystone yang bisa menjaga pemain lain dalam ekosistem untuk tetap meraih keuntungan. Melalui penyediaan API (application programming interface), para programmer bisa mengakses database e-bay untuk membuat beragam aplikasi menarik. Keystone mampu membangun platform yang terus-menerus diperbaiki, sesuai perkembangan lingkungan bisnis. Di Indonesia, contoh Hub yang sukses berperan sebagai Keystone adalah Kaskus. Bermula dari sebuah forum, sekarang sudah berkembang menjadi layanan komunitas online dengan berbagai forum dan penyediaan infrastruktur pendukung, dengan layanan Kaspay sebuah e-wallet untuk pengguna FJB (forum jual-beli), salah satu forum terbesar dan teraktif di kaskus.  Tak heran, melihat posisi sebagai hub dan keystone, kaskus yang awalnya hanya sebuah forum akhirnya dipinang dan dibeli oleh Group Djarum.

Disamping Keystone maupun Landlord, ada posisi lain yang disebut sebagai Dominator. Posisi ini dicirikan dengan seringnya melakukan akuisisi perusahaan, merk atau unit bisnis lain. Dalam dunia bisnis, posisi ini pernah ditempati oleh perusahaan seperti GM yang memiliki begitu banyak merk mobil, IBM dan HP di bidang teknologi informasi. Berbeda dengan keystone, umumnya Dominator memiliki massa cukup besar yang bisa mempengaruhi pasar. Hanya, ketika produk yang dihasilkan tidak cukup inovatif atau kurang memperoleh respons  sesuai ekspektasi pasar, maka ekosistem tersebut terancam. Hal demikian pernah dialami GM saat mengalami kebangkrutan. Menariknya, Apple yang dijuluki sebagai salah satu perusahaan terinovatif di dunia memiliki posisi sebagai Hub Dominator, dengan kemampuan inovatifnya untuk mengatur ekosistem bisnis, penjualan, distribusi dan manufaktur secara vertikal dan horizontal.

Apa yang disajikan oleh Iansiti dan Lavien memberikan teori dan paradigma baru dalam memandang bisnis. Mengadaptasi ekonomi bisnis, dengan jaringan alami dalam dunia biologi dengan keterkaitan dan hubungan yang unik menyajikan fakta menarik bahwa setiap unit bisnis memiliki ketergantungan satu sama lain seperti halnya organism hidup. Tak heran, Iansiti dan Lavien menyatakan : “We are bound together by the nature of the relationships among products, technologies, markets, and innovation. Leveraging these relationships is critical to enhance firm productivity, to protect organizations from disruption, and to enhance their ability to innovate, evolve, and adapt. This means that no firm, product, or technology can be an island: No firm can afford to act alone, and no products can be designed in isolation”.  Sebuah pernyataan menarik mengenai hubungan, keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain dalam dunia bisnis seperti halnya organisme makhluk hidup.

4 pemikiran pada “Menghidupkan Ekosistem Bisnis, Pendekatan Baru Manajemen Bisnis

  1. Ping balik: Future of Work : Inilah penggerak perubahan pekerjaan di masa depan ! | ilmu SDM

  2. Ping balik: Memilih peran perusahaan dalam platform ekosistem bisnis di dunia digital | ilmu SDM

  3. Ping balik: Apa kompetensi SDM Indonesia dalam menghadapi MEA 2015? | ilmu SDM

  4. Ping balik: Siapa pemain terbesar manufaktur IC/Chipset di dunia? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s