Prospek Dunia Usaha Indonesia di tahun 2013

TDLJika melihat berita yang ditampilkan kementrian,pemerintahan maupun lembaga pemerintah lainnya, mereka sangat yakin sekali akan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2013. Padahal, sebagai pembuat kebijakan, yang sering terjadi malahkebalikannya yaitu pertumbuhan semu ekonomi Indonesia. Artinya, pertumbuhan yang terjadi karena konsumsi deras barang impor bukan pertumbuhan produktifitas dunia usaha dalam negeri. Tidak usahlah pakai teori-teori ekonomi makro yang jelimet itu. Cukup lihat, amati dan saksikan pada industri kecil atau menengah yang ada di negeri ini. Pasti mereka akan merasakan beratnya usaha yang harus dijalankan.

Apa saja dampak atau prospek usaha yang terjadi di Indonesia tahun 2013 ini? Berikut adalah diantaranya :

Kenaikan Tarif Dasar Listrik

DPR telah menyetujui rencana kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar rata2 15%, sehingga nantinya akan ada kenaikan tiap tiga bulan sebesar 4 – 6.5%. Sudah umum diketahui kenaikan tersebut akan diikuti kenaikan harga barang2 yang artinya maka produk bahan baku untuk industri juga akan mengalami kenaikan. Hal ini tentunya mempersulit dunia usaha karena baru saja ada kenaikan UMP provinsi yang cukup besar di awal tahun, ditambah kenaikan TDL. Menurut Apindo, sekitar 1300 lebih industri garmen, sepatu dan tekstil mengancam akan menutup usaha jika tidak ada respon pemerintah tentang hal ini.

Jika kenaikan terjadi, hampir dapat dipastikan kinerja usaha akan melambat. Dalam hitungan bisnis, biaya pokok produksi akan meningkat, sehingga kinerja bisnis juga terpengaruh. Di tengah upaya liberalisasi blok ekonomi, maka produk industri Indonesia semakin tidak kompetitif nilainya. Hampir dapat dipastikan, produk impor akan merajalela di tanah air ini, sehingga kita hanya jadi penonton.  Jika impor meraja lela , maka usaha lokal akan tutup karena tidak kompetitif. Pengangguran akan meningkat, dan itu artinya akan terjadi krisis ekonomi sosial di negeri ini.

Perbedaan jurang fiskal Amerika

Negeri Amerika memang sedang dirundung masalah besar. Sepertinya dalam waktu tidak terlalu lama, negeri ini akan bangkrut. Utang negara Amerika sudah mencapai 135% GDP yang nilainya sekarang (maret 2013) sekitar 16 Trilyun USD !.  Selain itu, defisit ekonominya juga parah, karena neraca perdagangannya yang tidak imbang dengan Cina. Untuk mengurangi defisit, pemerintahan Obama akan memberlakukan pajak tinggi  dan pemotongan anggaran yang mengakibatkan daya beli Amerika menurun. Itu artinya, sebagai negara tujuan ekspor Cina utama, akan mengalihkan produknya ke negeri lain seperti Indonesia.  Bisa dilihat, tidak ada produsen ponsel dalam negeri, padahal belanja impor ponsel  di dalam negeri mencapai 15 milyar dollar pertahun dan seluruhnya adalah impor. Impor ini juga 80% lebih berasal dari Cina.

Adakah hal ini pengaruh konspirasi negara lain? kalau melihat kenyataan sekarang, ide tersebut tidak harus dikesampingkan. Indonesia negara yang kaya sumber alam, namun rakyat negerinya tidak menikmati sumber tersebut. Seringkali ekspor dilakukan pada produk mentah, bukan produk akhir yang memiliki nilai tambah tinggi. Ketika pemerintah melakukan langkah bagus dengan melarang ekspor bijih mineral, maka negara Jepang langsung melayangkan protes terhadap langkah tersebut. Artinya, kepentingan asing sangat berperan terhadap negara ini.

Lantas bagaimana upaya menghadapi sulitnya usaha di tahun 2013. Langkah terbaik dilakukan secara internal adalah dengan intensif menggalakkan upaya produktifitas, efektifitas dan efisiensi secara terus menerus. Memang, negeri ini angka produktifitasnya masih rendah. Inilah yang menjadi keunggulan negara maju, dalam meningkatkan daya saing dan tingkat kompetitif usaha mereka.

Karena itu, sebagai bentuk bantuan untuk negeri ini, pada tulisan berikutnya, akan lebih banyak bicara mengenai upaya teknik dan cara meningkatkan produktiftas, efektifitas dan efisiensi operasional usaha . Di negeri tetangga, seperti Singapura sudah ada badan pemerintahan sendiri yang fokus memberdayakan dan memberikan bantuan peningkatan produktifitas dunia usaha mereka. Memang negeri kecil  cabe rawit seperti singapura yang tidak lebih besar dari Jakarta benar-benar tahu bagaimana meningkatkan daya saing ekonominya. Tak heran jika nilai ekspor negeri tersebut lebih besar dari Indonesia.  Anehnya, belum pernah ditemukan disini, badan pemerintah sejenis yang secara fokus dan serius berupaya memberikan pelatihan, teknik, maupun upaya penghargaan dalam peningkatan produktifitas, efektifitas maupun efisiensi usaha. Yang ada disini malah lembaga konsultan manajemen asing yang memberikan metode peningkatan produktfitas, tentunya dengan harga dan biaya premium.

Mudah-mudahan langkah kecil yang dilakukan melalui web blog ini, bisa membantu dunia usaha kita..semoga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s