Pembalikan Efek Rosenthal, mungkinkah?

classroomDalam tulisan terdahulu, penulis mengetengahkan tentang efek Rosenthal atau Pygmalion bahwa harapan baik dari seseorang (guru) bisa mempengaruhi prestasi orang (murid) tersebut. Lantas apakah dimungkinkan jika dilakukan efek berlawanan dari Rosenthal, dengan hipotesa bahwa jika seseorang memiliki harapan buruk (murid) terhadap gururnya, maka prestasi murid akan jelek di mata guru tersebut?

Hal inilah yang diujicobakan oleh Robert S. Feldman dan Thomas Prohaska pada tahun 1979. Berangkat dari penelitan Rosenthal dan Jacobson, mereka menguji hipotesa jika Efek Rosenthal bisa terjadi dalam arah yang berlawanan atau disebut ‘reverse effect’. Artinya, jika harapan dari murid terhadap gurunya bisa ditransmisikan ke gurunya maka ada kemungkinan akan mempengaruhi prestasi sang murid.

Percobaan Feldman & Prohaska dilakukan dalam dua eksperimen. Pertama, yaitu subyek atau siswa diinformasikan mengenai dua info, yaitu info yang baik dan buruk tentang pengajar mereka, sebelum sesi pelajaran dimulai. Diambil percobaan pada siswa tingkat perguruan tinggi. Riset ini ingin mengukur bagaimana harapan siswa mempengaruhi sesi pelajaran dengan mempertimbangkan nilai siswa yang diterima pada tes tertulis yang menyelesaikan sesi pelajaran tersebut, dengan memberikan siswa survei yang berhubungan dengan kepuasan pengajar, dan juga dengan merekam “perilaku nonverbal” siswa terhadap pengajarnya. Para pengajar, sama sekali tidak diberitahukan oleh peneliti tentang harapan murid mengenai diri mereka. Ada tiga pengukuran yang dilakukan dan hasilnya cukup mengejutkan.

Ternyata eksperimen pertama memberikan hasil sebagai berikut : Siswa dengan harapan negatif memberikan penilaian kepada guru bahwa “sesi pelajaran yang diberikan termasuk sulit, kurang menarik, dan kurang efektif” . Siswa dengan harapan positif mencetak skor 65,8% pada tes, dan mereka dengan harapan negative memiliki skor rendah, pada 52,2%. Ada beberapa bukti bahwa siswa dengan harapan positif memiliki kontak mata yang lebih baik dengan pengajar. Dalam observasi perilaku non verbal, Siswa ternyata lebih ingin ‘maju’ terhadap pengajar yang menurut mereka baik, dibandingkan pengajar yang menurut mereka buruk.

Selanjutnya dilakukan eksperimen kedua, dimana Fieldman & Prohaska berusaha secara langsung mendukung teori bahwa ‘Guru dapat dipengaruhi oleh berbagai perilaku berbeda muridnya karena harapan yang ada’. Dalam eksperimen kedua, pengajar memberikan sesi pelajaran sederhana pada siswa. Kemudian si siswa diminta berperilaku positif maupun negative dalam ’ bentuk non verbal’ selama sesi pelajaran. Hasilnya, pengajar yang menerima perilaku positif dari siswanya dilaporkan merasa lebih kompeten dan lebih bahagia saat mengajar dibandingkan ketika mengajar pada siswa yang berperilaku non verbal negative. Selain itu, performa pengajar lebih efektif pada saat pelatihan pada situasi dimana siswa berperilaku positif, dibandingkan ketika siswa secara non verbal berperilaku negatif. Dapat disimpulkan pada percobaan kedua, bahwa performa guru juga dipengaruhi oleh harapan dan sikap siswa terhadap gurunya.

Apa yang bisa disimpulkan dari eksperimen diatas? Ternyata bahwa baik harapan positif maupun negatif, keduanya bisa saling mempengaruhi bagi kinerja kedua pihak yang berinteraksi. Artinya, ke dua hal tersebut memberikan efek atau pengaruh dan tentunya pengaruh terbesar adalah jika ke dua pihak berinteraksi saling memberikan harapan positif, tentunya efek paling buruk jika ke dua pihak saling memiliki harapan negatif. Dan hal ini, ternyata juga berlaku juga bagi hubungan kerja yang terjadi seperti antara atasan dan bawahan.

References :

Feldman, Robert S.; Prohaska, Thomas (1979). “The student as Pygmalion: Effect of student expectation on the teacher”. Journal of Educational Psychology 71 (4): 485–493.

Satu pemikiran pada “Pembalikan Efek Rosenthal, mungkinkah?

  1. Ping balik: Aplikasi Rosenthal/Pygmalion Effect di lingkungan kerja | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s