Post Exit Interview, sarana untuk mengetahui “why good people leave” lebih akurat

Good PeopleBagaimana mengetahui alasan sebenarnya karyawan keluar? Apa yang terjadi jika banyak karyawan terbaik perusahaan anda keluar? . Jika anda sudah melakukan exit interview dan sudah melakukan banyak hak terkait hasil analisa exit interview dan ternyata tidak mendapatkan hasil memuaskan, maka bisa jadi anda tidak menemukan “the true” alasan keluar.

Hal ini mudah diprediksi, karena jika karyawan terbaik atau memiliki talenta keluar, maka tentunya dia akan memberikan kesan baik pada saat keluar. Mereka bukanlah tipe karyawan yang mau membuat masalah pada saat keluar, meskipun sebenarnya ‘ada problem’ yang terjadi sehingga mereka akhirnya memutuskan untuk keluar. Maka jika karyawan talenta ini keluar, yang tertulis pada saat exit interview seringkali isinya adalah : peningkatan pendapatan, tantangan karir, sekolah, alasan keluarga dll.

Ada kalanya alasan diatas bisa benar, namun jika perusahaan mengalami perputaran karyawan sukarela tertinggi di industrinya, dan juga selalu karyawan terbaik yang keluar, maka hampir dapat disimpulan bahwa ada ‘problem’ mendasar dalam perusahaan tersebut. Disinilah perlunya analisa mendalam mengenai apa penyebab atau perlunya analisa yang lebih akurat dibandingkan hanya standar exit interview, yaitu dengan post exit interview.

Untuk melakukan post exit interview, bisa dilakukan melalui dua cara yaitu dilakukan sendiri atau internal, dan bisa juga memakai jasa dari luar atau eksternal. Masing-masing ada keunggulannya sendiri yaitu jika dilakukan internal maka tentunya menghemat biaya tapi obyektifitas nya tidak setinggi jika menggunakan eksternal. Sebaliknya, penggunaan konsultan eksternal akan memiliki analisa lebih dalam mengenai penyebab karyawan keluar .

Jika ingin melakukan sendiri caranya pun tidak sulit. Adapun langkah-langkah yang bisa digunakan adalah sebagai berikut :
1. Cari tahu data mengenai karyawan yang keluar, dan cukup fokus kepada karyawan yang memang keluar secara sukarela.
2. Data tersebut adalah karyawan yang telah keluar lebih dari 3 bulan.
3. Kelompokan data tersebut misalnya berdasarkan lebih dari staff, manager, supervisor dll.
4. Mulailah lakukan interview, baik secara online atau offline.
5. Lakukan analisa terhadap data dan informasi yang diperoleh.

Ketika penulis melakukan dalam suatu hal tersebut dalam suatu project improvement, dan mencoba membandingkan dengan hasil standar interview ternyata memang hasilnya sangat berbeda. Sangat sesuai dengan apa yang ditulis oleh Leigh Braham dalam bukunya 7 Hidden Reasons Employee Leave. Data yang diperoleh biasanya : Perlakuan tidak adil dari atasan, faktor kepercayaan yang tidak ada, Atasan yang tidak kompeten dll.

Ya..kini anda sudah memperoleh analisanya. Tinggal bagaimana menindaklanjuti hasil analisa tersebut. Bisa jadi masalah bukan pada karyawan yang keluar, tapi faktor seperti ‘gaya kepemimpinan’, budaya kerja akan lebih dominan.

3 pemikiran pada “Post Exit Interview, sarana untuk mengetahui “why good people leave” lebih akurat

  1. pertanyaannya adalah……jika staff hrd melakukan itu dan kemudian didapati bahwa di tingkat top management lah root of problem perusahaaa, apa yang harus di lakukan?
    keterbatasan wewenang dan perbedaan level posisional membuat analisa tersebut sia2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s