Kisah PG Candi baru bangkit dari kematian..

Ada kisah menarik dari Pabrik Gula (PG) Candi Baru, mengenai masa suram dan sulit yang dialami, sampai bisa bangkit kembali dan menjadi yang terbaik diantara PG lainnya. Bisa menjadi hikmah dan pelajaran untuk mereka yang sedang menjalankan restrukturisasi atau reorganisasi perusahaan agar bisa survive.

Masa Berat

Antara tahun 1999 s/d tahun 2004 adalah masa suram dan kelam bagi Pabrik Gula Candi Baru, Sidoarjo. PG itu menderita kerugian per tahun hingga 13 milyar, serta berbagai upaya perbaikan yang dilakukan selama itu menemui jalan buntu sehingga membuat jajaran manajemen dan pekerja frustasi.

Kalangan manajemen percaya, hanya usulan perbaikan peralatan/mesin dan budaya kerja inovatif yang bisa menyelamatkan perusahaan. Tentunya hal itumembutuhkan dan suntikan dana. Namun hal ini tidak berjalan sukses, karena tidak semua pemodal bersedia menyuntikkan dana. PG Candi Baru saat itu dimiliki 55% oleh RNI (pemerintah) dan sisanya perseorangan. Sempat pula akan menutup pabrik, namun melihat banyaknya karyawan yang menggantungkan hidup pada PG ini, akhirnya dibatalkan.

Gambaran kesulitan PG Candi Baru  masa itu bisa dilukiskan disini : Peralatan mesin sudah sangat tua, dibuat dari tahun 1921 dengan kapasitas hanya 50% dari seharusnya. Tingkat kerusakan mesin mencapai 19%, tertinggi di Indonesia saat itu. HPP (Harga pokok produksi) mencapai IDR 2900 – IDR 3400/ kg, padahal harga jual gula impor hanya IDR 2600/kg. Di tahun 2002, PG Gula dilanda banjir. Akibatnya, seluruh jaringan kabel dibawah tanah terendam dan mati, sehingga pabrik sempat mati operasional dalam waktu cukup lama. Bukan hal mudah memperbaiki kabel bawah tanah, sehingga butuh waktu 2 tahun untuk perbaikan tersebut.  Produksi terus menerus anjlok, dan puncaknya terjadi peristiwa yang mengejutkan.  Seorang karyawan nekad bunuh diri di kantor PG dengan minum racun serangga. Diduga, kesulitan ekonomi adalah penyebabnya. Sudah tentu kesulitan perusahaan akan menjalar ke kesejahteraan karyawan yang makin berat.

Masa Pemulihan

Akhirnya, pemilik mayoritas manajemen RNI mengambil langkah yang terbilang nekad saat itu. RNI mengambil alih  seluruh saham yang dikuasai perseorangan karena keengganan pemodal perseorangan menyuntik dana untuk perbaikan, hingga penguasaan mencapai 98,2% di tahun 2004.

Langkah tersebut tentunya mengundang kekesalan bahkan kemarahan kementrian BUMN dalam hal ini pemerintah, sebagai pemegang saham mayoritas RNI. Disaat sembilan pabrik gulanya merugi, ini justru malah menambah saham. Namun manajemen RNI tidak bergeming dan tetap meneruskan langkah tersebut.

Langkah restrukturisasi yang dilakukan meliputi penyediaan dana 14.1 milyar sebagai investasi perbaikan seluruh pabrik dengan satu slogan : inovasi atau mati. Dana tersebut digunakan untuk 4 hal utama yaitu : (1) Pembelian Evaporator tabung penampung gula yang sudah diproses (2), Perbaikan jalur kabel listrik secara menyeluruh, (3) Penggantian Turbin Uap yang sudah berusia ratusan tahun, dan terakhir (4) mengganti semua pipa yang terhubung dengan Bejana Uap.

Langkah ini mulai memberikan hasil, efisiensi meningkat dari 50% tahun 2004, menjadi 71% tahun 2005 dan akhir tahun 2006 mencapai 91%. Untuk pertama kalinya, dalam 6 tahun terakhir meraup untung sebesar 10,6 Milyar. Kapasitas penggilingan tebu juga meningkat drastis dari 1700 ton per hari menjadi 2000 ton perhari, serta jumlah tebu digiling meningkat dari 240 rb ton menjadi 340 rb ton sepanjang masa giling tahun 2006. Tahun 2011, kapasitas PG Candi Baru sudah menjadi 2500 ton per hari.

Masa Perbaikan Berkelanjutan

Namun manajemen RNI belum puas. Di tahun 2006, dilakukan langkah perbaikan inovatif terkait pemanfaatan limbah terbuang. Ada empat limbah yang dihasilkan yaitu  air kotor, abu pembakaran, ampas tebu dan gas panas. Dengan inovasi yang brillian, PG Candi baru berhasil memanfaatkan debit air kotor yang mencapai 250 m3/ jam setara dengan aliran sungai kecil untuk menggerakkan turbin generator, sehingga bisa dihasilkan 15 kilo watt listrik. Empat desa sekitar memperoleh listrik penerangan gratis dari turbin generator tersebut, sebagai program comdev PG Candi Baru.

Ampas tebu, sebesar 10 rb ton setiap masa giling, dapat dimanfaatkan pabrik kertas. Maka Ampas tebu dikumpulkan dan dijual ke pabrik kertas Probolinggo. PG mendapatkan keuntungan senilai 3.2 milyar dari ampas tebu di tahun 2006.

Sedangkan gas panas buang yang keluar dari cerobong asap ditangkap dengan heat exchanger (pemindah panas), lalu dialirkan ke bagian pemanasan ampas tebu untuk dibakar dan menghasilkan uap (steam) yang menjadi penggerak turbin uap. Walhasil, jadilah PG Candi Baru sebagai satu-satunya pabrik gula yang tidak menggunakan bahan bakar minyak untuk operasionalnya, dan bisa menghemat 1 milyar. Pabrik gula lain menggunakan bahan bakar residu sekitar 300 rb liter.

Dengan berbagai langkah yang dilakukan sejak tahun 2005, serta perbaikan inovasi yang dilakukan, maka PG Candi baru terselamatkan dari penutupan. Tidak ada PHK bagi sekitar 800 lebih karyawan. Bahkan kini tim manajemen dan karyawan percaya diri untuk meningkatkan keuntungan perusahaan tahun berikutnya.

Jika dibandingkan pabrik gula lain, PG Candi Baru adalah yang terkecil, tetapi justru sekarang merupakan PG dengan pertumbuhan kinerjanya terbaik  diantara BUMN perkebunan lainnya. Bahkan mendapat penghargaan sebagai The Best Improvement Award dari LPP (Lembaga Pendidikan Perkebunan). Induk Perusahaannya, RNI terimbas juga dengan meraih juara Kategori Inovasi BUMN terbaik tahun 2011 peringkat II pada anugerah BUMN 2012.

Apa yang ditunjukkan oleh segenap Manajemen PG Candi Baru beserta pemegang saham RNI merupakan langkah berani dan tergolong nekad. Namun kesungguhan, semangat pantang mundur dan keseriusan serta dengan adanya keberanian untuk berubah dengan slogan inovasi atau mati, berhasil menyalakan segenap potensi yang ada di PG Candi Baru, sehingga berhasil menyelamatkan perusahaan dari kematian bahkan bangkit kembali sebagai yang terbaik.

PT PG CANDI BARU. Alamat, : Jl Raya Candi No : 10

Kec Candi Kab. Sidoarjo. No Telp, : 031 8921002. Fax, : 031 8921003

Referensi :

PG Candi Baru web site. http://www.candibaru.com

PG Candi Baru, Inovasi atau mati dari laman

http://www.kompas. co.id/kompas% 2Dcetak/0703/ 01/ekonomi/ 3349924.htm