ilmu SDM

Rethinking Possibilities, Unleashing Human Potentials


8 Komentar

Rosenthal Effect, bagaimana keyakinan positif bisa mempengaruhi orang lain

Tahun 1938, sebuah drama berjudul Pygmalion, ciptaan George Bernard Shaw (1), mengisahkan Professor Higgins yang membantu seorang wanita jalanan bernama Eliza Doolittle untuk menjadi seorang wanita baik dan terhormat. Dengan sikap, cara pandang serta perlakuan professor kepada si wanita sebagaimana layaknya wanita, akhirnya si wanita benar-benar memenuhi harapan sang professor yaitu menjadi wanita terhormat. Cerita drama tersebut sebenarnya diilhami oleh sebuah mitologi yunani kuno, tentang pemahat Pygmalion yang karena begitu besar harapan dan cintanya terhadap hasil pahatan sendiri, akhirnya pahatannya diubah menjadi manusia oleh para dewa di Olympus.

Menyimak cerita diatas, apakah benar orang yang berprestasi, pintar, berkelakuan baik ataupun malas dan bodoh adalah takdir manusia sendiri atau karena harapan manusia lain? Fenomena inilah yang menjadi pemikiran Robert Rosenthal, seorang psikolog Harvard (2) terhadap sekelompok anak di dalam kelas, untuk mengetahui apakah prestasi seorang siswa menjadi jelek karena memang gurunya mengharapkan demikian atau tidak. Melalui serangkaian tes diambillah lima orang siswa yang dianggap bintang di kelasnya. Yang tidak diketahui oleh para guru di kelas berikutnya, bahwa sebenarnya test tersebut telah diacak dan nama siswa yang disebut sebagai bintang kelas hanya asal comot saja, dan bukan bintang kelas sebenarnya.

Baca lebih lanjut

Iklan