Belajar dari tempat bekerja terbaik tahun 2010

We start with the belief that we are in the business of people – whether that is with customers, employees or business contacts. ”

—Jim Goodnight-

Fortune Magazine, majalah ekonomi, bisnis, dan keuangan terkemuka telah memberikan data 100 perusahaan sebagai tempat kerja terbaik (100 best companies to work for) tahun 2010. Di tahun ini, peringkat pertama tidak lagi ditempati NetApp, perusahaan penyedia dan penyimpanan data, sedangkan Google Inc, tetap mempertahankan diri di posisi ke 4.

Siapa yang menduduki peringkat  pertama tahun 2010?. Adalah SAS, sebuah perusahaan perangkat lunak, yang didirikan oleh Dr. Jim Goodnight, terpilih menjadi tempat kerja terbaik di Amerika tahun 2010. Sama halnya dengan survey terdahulu, Fortune bekerja sama dengan Great Place to Work Institute (GPTW), membuat survey perusahaan tempat kerja terbaik berdasarkan dua index, yakni index kepercayaan (Trust Index) dan Audit Budaya (Culture Audit).

Apa yang menarik dari SAS, sehingga menjadi perusahaan tempat bekerja terbaik tahun 2010?. Ada kemiripan dengan peraih peringkat nomor 1 tahun lalu, perhatian pada aspek-aspek intangible masih menjadi kunci utama.

Komunikasi yang terbuka

Pendiri SAS, Dr.Jim Goodnight, senantiasa mengatakan bahwa yang menyebabkan SAS begitu spesial adalah karyawan.Komunikasi di SAS berjalan sangat lancar, jelas dan langsung. SAS mengembangkan SAS Leadership Live Program, yang diadopsi dari acara Larry King Live, dimana executive SAS memiliki blog, sebagai sarana membagi dan menuangkan pikiran serta ide kreatif, sehingga karyawan dapat membaca,  memberikan komentar, maupun bertanya tentang suatu hal.

Mengikutsertakan karyawan

Ada komentar menarik dari karyawan SAS :” Ini benar-benar mengesankan saya bahwa SAS masih mempertahankan semua staf di semua area seperti di bagian pemeliharaan taman, keamanan, pelayanan makanan, kesehatan, rekreasi serta bagian kebugaran. Tidak ada outsourcing di tempat ini, sehingga masing-masing karyawan diperlakukan persis sama dengan mereka yang terlibat dalam bisnis produksi dan penjualan perangkat lunak SAS. Ini berarti semua orang yang  berinteraksi dengan saya sepanjang hari memiliki kepentingan dalam keberhasilan perusahaan kami – dan itu terbukti! “

Ketika ekonomi Amerika melemah tahun 2009, SAS tidak memberikan kebijakan layoff, namun efisiensi diperketat serta dilakukan penghematan besar-besaran, seperti perjalanan dinas serta pengeluaran lain. SAS memberdayakan conference call, video conference baik internal maupun dengan klien agar pekerjaan terselesaikan. Perekrutan juga dibekukan untuk semua area, kecuali bagian R&D dan Penjualan.

Dalam merekrut karyawan, SAS juga lebih mementingkan karyawan yang selaras dengan nilai-nilai perusahaan, yakni : Karyawan diharapkan dapat ditemui (Expected to be approachable), Fokus pada kebutuhan pelanggan (Focus on Customer Needs), Cepat dan Tangkas (to be Swift & Agile), Inovatif (to be Innovative) dan Dapat dipercaya (Trustworthy). Tentu saja tanpa mengesampingkan spesifik ketrampilan yang dibutuhkan.

Yang menarik lagi, SAS memiliki pedoman filosofis (Guiding Philosophy) yang terinternalisasi dalam proses perekrutan maupun dalam proses bisnis perusahaan. Filosofinya adalah : “‘if you treat people as if they make a difference to the company, then they will make a difference to the company” Jika anda memperlakukan karyawan seolah-olah mereka akan membuat suatu perubahan berarti bagi perusahaan, maka mereka akan membuat perubahan berarti kepada perusahaan. Dengan demikian, setiap individu di SAS datang dengan harapan yang jelas serta akan membawa perubahan yang berarti.

Salah satu perbedaan besar dengan perusahaan lain adalah karyawan SAS untuk karyawan support maupun senior leader memiliki fasilitas kesehatan yang sama. Diestimasikan, total paket benefit untuk karyawan mencapai 40% dari total salary karyawan.

Jelas, bahwa praktik-praktik diatas membuktikan, setiap karyawan adalah penting dan dapat membawa perubahan berarti bagi perusahaan.

Menciptakan lingkungan kerja yang sehat

Berikut adalah gambaran tentang tempat kerja SAS oleh karyawan SAS . “Bangunan kantor SAS sangat menakjubkan, dan kami memiliki semua peralatan, komputer, yang dibutuhkan untuk melakukan kerja terbaik”. Komentar lainnya :”Perusahaan ini memiliki paket yang lengkap : benefit, keseimbangan kerja, suasana kekeluargaan, karyawan yang bekerja dengan keras dan juga dapat bermain untuk sebuah perusahaan yang baik

SAS memiliki fasilitas perawatan medis dengan 4 dokter dan 10 perawat, fasilitas olahraga yang dapat dinikmati semua karyawan seluas 66.000 feet persegi, perpustakaan, dan layanan perawatan anak. Dalam pandangan karyawan SAS, perusahaan diibaratkan sebagai “ Tempat bekerja yang sehat secara psikologis maupun emosional”.

Dalam segala hal, kantor yang didisain, tidaklah mirip seperti sebuah bangunan perkantoran, tetapi lebih menyerupai sebuah Kampus. Dengan orientasi seperti kampus, karyawan merasakan semangat kerjasama dan kreatifitas dapat berkembang leluasa.

Lantas, apakah SAS secara perusahaan mendapatkan keuntungan finansial. Jelas, SAS merupakan perusahaan yang sehat secara finansial. Memiliki sekitar 10000 karyawan, dan separuhnya berada diluar US, SAS membukukan revenue tahun 2008 sebesar 2.3 milyar dollar (sekitar 22 trilyun rupiah), tiap tahun karyawan yang keluar secara sukarela hanya 2%, angka turnover terendah untuk industri sejenis di Amerika.

Pada akhirnya, komentar karyawan SAS ini memberikan gambaran lebih dalam tentang kepemimpinan dan suasana di SAS : “Jim Goodnight memperlakukan karyawan  seakan-akan kami adalah aset terbesarnya. Benefit di SAS tidak dapat diperbandingkan dengan tempat lain. SAS bukanlah satu dari tempat terbaik untuk bekerja…tetapi SAS adalah Perusahaan Terbaik sebagai tempat bekerja…saya cinta bekerja disini !”

Referensi :

http://www.sas.com

http://www.greatplacetowork.com

http://money.cnn.com/magazines/fortune/bestcompanies/2010/

4 pemikiran pada “Belajar dari tempat bekerja terbaik tahun 2010

  1. Ping balik: Tempat kerja terbaik tahun 2011, siapa? « Ilmu SDM

  2. Ping balik: Aplikasi Rosenthal/Pygmalion Effect di lingkungan kerja | ilmu SDM

  3. Ping balik: Belajar dari Genentech, perusahaan tempat kerja terbaik peringkat 6 tahun 2014 | ilmu SDM

  4. Ping balik: Apakah ada perbedaan gaji tingkat pendidikan Sarjana (S1), Magister/Master (S2) dengan Doktor (S3)? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s