Kompetensi di dunia kerja, apa yang dibutuhkan?

Ketika penulis menjadi dosen tamu pada pertengahan november lalu di Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (FKM-UI) dengan topik mengenai industri pertambangan batubara, beserta peluang karir didalamnya untuk tahun 2010, ada pertanyaan menarik yang dilontarkan oleh salah seorang mahasiswi. Pertanyaan itu adalah mengenai kompetensi apa saja yang dibutuhkan mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi agar bisa sukses atau meniti karir dalam dunia kerja ?.

Pernyataan yang cukup menggelitik, tetapi juga sebaiknya menjadi perhatian bagi para sarjana lulusan perguruan tinggi.  Terlebih sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2010, yang oleh kebanyakan pihak masih dianggap sebagai tahun yang penuh ketidakpastian di tengah dampak ekonomi global yang belum menunjukkan sinyal pemulihan ekonomi secara pasti. Indonesia sendiri, secara total nilai ekspor kita menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2008,  artinya ada pengaruh dari perlambatan ekonomi global di sebagian besar negara maju baik di Eropa maupun Amerika Utara.  Tentunya, pengaruh pertumbuhan ekonomi akan berdampak langsung pada penyediaan tenaga kerja.

Namun demikian, tentu saja peluang tetap ada terlebih bagi mereka para yang telah siap menghadapi era kompetisi di tengah persaingan yang ketat antara lowongan tersedia dengan jumlah kandidat. Terlebih bagi mereka yang sudah menyiapkan secara matang kompetensinya secara tepat dan aplikatif dalam dunia kerja. Kembali ke pertanyaan diatas, tentu saja kompetensi yang tepat, berdayaguna dan aplikatif.

Seperti halnya pada tulisan tahun lalu mengenai kesiapan mahasiswa dalam dunia kerja, dimana bahwa perusahaan akan menerima seseorang bekerja jika bisa memenuhi lima hal utama yakni dapatkah perusahaan mempercayai anda, bisakah anda melaksanakan pekerjaan yang kami tawarkan, apakah anda bermotivasi tinggi untuk bekerja disini, apakah anda mampu bekerjasama dengan orang lain, apakah anda dapat mengelola diri anda sendiri? Bila ditelaah dari pernyataan diatas, tentunya paham bahwa yang dibutuhkan oleh perusahaan bukanlah  kompetensi teknis (ketrampilan pengetahuan) yang utama, tetapi lebih menitik beratkan pada kompetensi sosial (motivasi, perilaku) atau istilah kerennya lebih kepada soft competency.

Ya, jika berbicara mengenai kompetensi teknis (hard competency), tentu tidak sulit bagi mahasiswa untuk meraihnya. Mahasiswa yang masuk kuliah, katakanlah UI sudah pasti terseleksi berasal dari siswa yang pandai di sekolahnya. Mencapai IPK tinggi, bisa diperoleh tentunya dengan rajin belajar, mengikuti kuliah secara disiplin, selalu berkunjung ke perpustakaan dengan mengupdate pengetahuan melalui jurnal-jurnal, literatur dan informasi lainnya. Besar kemungkinan dengan melakukan semua hal diatas,  lulus dengan IP diatas 3.5 bukan perkara sulit. Tetapi apakah memang hanya IP diatas 3.5  saja yang diperlukan agar sukses dalam berkarir di dunia kerja?

Di perusahaan, kompetensi yang paling dibutuhkan tentu saja adalah mampu bekerjasama dengan baik, dapat mengelola diri, serta memiliki semangat motivasi tinggi dalam melaksanakan pekerjaannya. Nah, kemampuan ini biasanya tidaklah bisa dibangun sendiri oleh mahasiswa misalnya dengan belajar dari buku, berkunjung ke perpustakaan atau lainnya. Namun kompetensi tersebut dapat dibina atau dikembangkan melalui aktifitas dan interaksi mahasiswa dalam lingkungan misalnya dalam kepengurusan di badan eksekutif, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan baik yang bersifat proyek atau pekerjaan sosial, dan juga program-program lainnya seperti kepesertaan mahasiswa dalam praktek magang, atau seperti kuliah kerja nyata. Kepesertaan aktif mahasiswa dalam aktifitas diatas sangat mendorong berkembangnya kompetensi sosial mahasiswa yang tentunya akan membantu sekali dalam dunia kerja bila telah lulus dalam kuliah.

Itulah kompetensi yang paling dibutuhkan perusahaan dalam merekrut karyawan, dan seperti itulah jawaban yang diberikan penulis kepada mahasiswi tersebut ketika memberikan kuliah umum. Jika mahasiswa selama kuliah termasuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, baik di dalam maupun diluar apalagi dalam lingkungan dimana terjadi interaksi secara aktif dengan masyarakat maka sebenarnya modal dasar untuk sukses meniti karir dalam dunia kerja sudah berada di genggaman. Tinggal bagaimana mahasiswa tersebut mampu mendayagunakan kompetensi tersebut secara tepat. Tentunya, bukan berarti harus melupakan kegiatan kuliah atau kegiatan belajar. Yang penting adalah bagaimana bisa meraih prestasi belajar  dengan nilai yang baik selain itu juga memberdayakan kemampuan kompetensi sosial dengan optimal. Kombinasi keduanya adalah kunci kesuksesan bagi mahasiswa selepas lulus nanti.


About these ads

Satu gagasan untuk “Kompetensi di dunia kerja, apa yang dibutuhkan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s