Proteksi dan perlindungan pekerja saat krisis melanda

asset-protectionMenyimak berita-berita terakhir, sedikit sekali yang menunjukkan suasana positif. Kecenderungan terjadi malah bersifat negatif. Mengenai kesejahteraan pekerja, seperti tulisan terdahulu, ternyata telah mengalami penurunan dari waktu ke waktu (dibandingkan dengan emas/dinar). Beberapa PHK di sektor industri telah terjadi. Beberapa perusahaan manufaktur di indonesia telah mengurangi jam kerja, sebagai respons penurunan permintaan.

Bagi perusahaan, langkah menghadapi krisis dengan melakukan efisiensi operasional, struktur, maupun adopsi budaya intrapreneurship. Menunggu langkah stimulus pemerintah, tampaknya agak sulit diharapkan. Terlebih tahun 2009 ini akan menghadapi Pemilu di bulan April (legislatif) dan bulan juli (presiden), walhasil semua politikus, caleg, parpol maupun incumbent partai berkuasa akan lebih mementingkan bagaimana ‘mempertahankan’ kekuasaan atau merebut kekuasaan. Kepedulian terhadap aspek kesejahteraan, kemakmuran atau pencegahan keterpurukan ekonomi karena pelemahan ekspor riil akan terabaikan pada periode tersebut. Sehingga terlihat para pengusaha seperti harus mencari jalan keluar sendiri, dengan sedikit dukungan dari pemerintah sekarang.

Meskipun sudah ada langkah maju, tetapi adopsi langkah tidak tepat pemerintah yang mengekor resep ala IMF masih diberlakukan pemerintah. Belum ada insentif pengurangan pajak, bagi usaha yang menyerap tenaga kerja, atau yang melakukan inovasi dalam negeri dengan riset dan teknologi sendiri dan lainnya. Padahal hal diatas lazim dilakukan negara maju untuk mempertahankan keunggulan negerinya.

Lantas, bagaimana nasib pekerja yang secara riil, hidupnya tergantung kondisi operasional perusahaan dimana bernaung?. Tentunya, di tengah hal yang mengandung ketidakpastian ini, para pekerja harus melakukan proteksi dan perlindungan agar dapat menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk. Beberapa langkah yang bisa dilakukan para pekerja sebagai berikut :

       Tingkatkan ketrampilan dan pengetahuan anda. Di dalam krisis, perusahaan akan lebih menghargai karyawan yang multi talenta. Perusahaan akan banyak fokus pada pengalihan/rotasi perampingan yang membutuhkan pekerja dengan kemampuan di beberapa jabatan atau lebih bersifat multiple job / career daripada single job/career. Sebagai contoh, jika anda seorang sekretaris, ada baiknya mengikuti kursus pelatihan public relation, corporate relation atau public speaking sebagai antisipasi kebutuhan atau penggabungan jabatan di masa krisis.

       Lindungi aset. Jika pekerja memiliki penghasilan lebih, sisakan untuk tabungan. Cash is king, but cash must real money. Sebaiknya tidak menyimpan dalam mata uang kertas, karena sifatnya yang fiat atau tidak dilindungi oleh aset riil. Uang kertas (paper money) sejatinya dapat dicetak tak terbatas (unlimited) oleh bank sentral (BI, The Fed, Euro Bank dll), sehingga pada titik tertentu akan menjadi tidak punya nilai sama sekali alias benar-benar kertas (valueless). Para pekerja perlu mengalihkan tabungan yang dimiliki kepada sesuatu yang memiliki nilai/ value setiap tahun. Uang rupiah, sejak bulan oktober 2008 s/d januari 2009, sudah terdevaluasi senilai 18% lebih terhadap dollar, dari nilai Rp 9500 s/d sekitar Rp 11.500 per USD. Dibandingkan emas Dinar, rupiah lebih parah depresiasinya, mencapai 20% lebih, dimana nilai dinar bulan oktober 2008 masih sekitar 1.1 juta rupiah, sekarang (jan 2009) sudah mencapai 1.4 juta rupiah. Namun tidak perlu semuanya dikonversikan ke dalam emas, karena rupiah masih diperlukan dalam transaksi sehari-hari. Cukup minimal 50% dari nilai tabungan rupiah yang ada. Aset likuid (cash) yang perlu pekerja miliki minimal bisa menghidupi pekerja dan tanggungan (keluarga, anak dll) selama 6 bulan. Ini untuk mengantisipasi jika pekerja mengalami PHK dan diperkirakan waktu 6 bulan sudah mendapat pekerjaan kembali atau memiliki usaha yang sudah bisa menghasilkan.

       Mencari peluang. Jika pekerja mendapat sinyal atau tanda bahwa akan mendapatkan PHK, sebaiknya segera mencari peluang di tempat lain. Dalam webblog ini sudah ada tips dan teknik meliputi kesiapan menghadapi wawancara, disertai test kesiapan wawancara dan juga cara mudah melipatgandakan penghasilan. Namun perlu diwaspadai penipuan lowongan kerja yang tampaknya akan marak dalam masa krisis. Beberapa pengamat mengatakan bahwa gelombang PHK akan lebih besar terjadi setelah pemilu atau pertengahan tahun 2009, karena kontrak dagang ekspor/impor dilakukan pada pertengahan tahun. Saat itulah terjadi, apakah ada kelanjutan/pembatalan kontrak yang bisa berimplikasi kepada operasional perusahaan.

Satu pemikiran pada “Proteksi dan perlindungan pekerja saat krisis melanda

  1. Ping balik: Inikah tanda keruntuhan Eropa paska keluarnya Inggris Raya? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s