Amerika, menanti ambang kehancuran atau tenggelam ?

obama-problemMencermati kecenderungan krisis, peristiwa global maupun yang terjadi saat ini, rasanya salah satu negara penganut dan pendorong kapitalisme global dan demokrasi standar ganda akan tenggelam, yakni Amerika. Perkiraan ini mungkin terlalu berlebihan bagi sebagian pengamat, tapi indikator yang ada maupun analisa kondisi ekonomi amerika sekarang memberikan leading indicator ke arah tersebut. Apakah ini merupakan hukuman? Akibat peran Amerika yang selalu menetapkan standar ganda kepada negara lain, sering mendikte aturan negara yang tak sepaham, atau melakukan penyiksaan/kerusakan melalui invasi militer ke negara afghanistan, iraq tanpa satupun negara yang mampu mencegahnya? Mungkin iya. Semua peran amerika di atas mengakibatkan ongkos mahal, yang otomotis harus dibiayai negara. Mirip kata pepatah, siapa menanam, maka dia akan memanen. Amerika telah menanam permusuhan, kebencian maupun kerusakan di banyak negara, maka sekarang kena ‘giliran’ menuai kehancuran finansial, ekonomi baik dari fisik maupun sosial.

Dari sisi politik dan militer, kehancuran Amerika tampaknya tinggal menunggu waktu. Perang yang dikobarkan oleh Amerika di negeri-negeri muslim (Iraq dan Afghanistan) telah mendapat kecaman internasional dan kerugian yang cukup besar. Hingga tahun 2008, perang Irak dan Afganistan telah merenggut nyawa lebih dari 4200 orang tentara Amerika, dan lebih dari 50.000 tentara mengalami cedera. Semula Pentagon, berusaha mengecilkan jumlah prajurit yang cedera menjadi 24.000 orang. Akan tetapi Dr. Linda J Bilmes telah mengejutkan publik Amerika dengan membocorkan angka yang sebenarnya, yaitu berkisar 50.000 prajurit yang membuat Pentagon kebakaran jenggot. Angka ini tidak dapat disanggah oleh Pentagon karena dikutip oleh Dr. Bilmes dari Departemen Urusan Veteran Amerika yang terbebas dari pengaruh Pentagon. Sejauh ini lebih dari 200.000 veteran telah dilayani di VA centers (Pusat-pusat Urusan Veteran), dan terdapat antrian klaim pelayanan medis dari 800.000 veteran. Klaim tahun 2008 diperkirakan 930.000 dan akan mencapai lebih dari 1 juta klaim, jika Amerika tetap bermaksud menambah tentaranya di afghanistan. Dari total prajurit yang cedera, sekitar 50% mengalami cacat permanen yang membuatnya tidak dapat bertugas kembali sehingga setara dengan kematian. Celakanya, tentara yang cacat ini malah lebih membebani anggaran dari pada kompensasi bagi tentara yang tewas. Jika prajurit tewas, keluarganya akan mendapat kompensasi 500 ribu dollar, sedangkan seorang prajurit yang menderita cedera permanen di otaknya akan memerlukan biaya perawatan sekitar 4 juta dollar. Padahal, sampai tahun 2008 ini, ada lebih dari 23 juta veteran perang Amerika. Tak heran, biaya sebenarnya perang yang dihembuskan Amerika di Iraq, telah menelan ongkos 3 trilyun dollar, dan dalam rangka menutupi ongkos ini Amerika terpaksa membanjiri ekonomi dengan kredit murah perumahan yang akhirnya memperparah kondisi finansial, karena ketidaklayakan kredit (subprime) dan menjatuhkan institutsi perbankan, investment ,bursa saham Amerika dan akhirnya ekonomi amerika.

Dari sisi ekonomi, amerika telah berubah dari pemberi bantuan (baca:lintah darat) menjadi penerima bantuan, sehingga pantas disebut korban lintah darah dari perbuatannya sendiri. Perubahan ini terjadi sejak era 1980 an, dimulai dari program perang bintang President Ronald Reagan, upaya kampanye menghancurkan Uni Sovyet yang menyedot anggaran besar-besaran. Walhasil, utang luar negeri amerika sekarang sudah mencapai 10.6 trilyun dollar dan jumlahnya terus bertambah, karena bunga dan pokok utang yang besarnya lebih dari 450 milyar dollar per tahun. Belum lagi paket bantuan stimulus trilyunan dollar yang diajukan Obama, tentu akan menambah utang Amerika sehingga diperkirakan pada tahun 2010 akan mencapai lebih 12 trilyun dollar. Apa artinya ini, berikut analisa membandingkan ekonomi amerika sekarang dengan tahun 1980.

       Tahun 1980, utang Amerika masih sebesar 930 milyar dollar, dan itu hanya 33% GDP (Gross Domestic Product) Amerika saat itu. Namun, tahun 2008, sudah mencapai 10.6 trilyun dollar yang setara dengan 76% GDP. Utang sudah tumbuh lebih dari 1100% dalam 28 tahun!. Program stimulus Obama, akan menambah utang mencapai 100% GDP. Sebagai perbandingan ketika Indonesia kena krisis, rasio utang terhadap GDP mencapai 90%, Argentina ketika dilanda krisis rasio utang dengan GDP 65%.

       GDP Amerika tahun 1980 sekitar 2.8 trilyun US dollar, tahun 2008 mencapai 14 trilyun dollar atau tumbuh sekitar 500%. Namun pertumbuhan utang selalu lebih 2 kali lipat dari GDP, dan kecenderungan ini terus berlanjut. Malapetaka ekonomi amerika ini tentunya tidak dapat diperbaiki hanya dalam setahun atau dua tiga tahun.

       Tahun 1980, utang konsumen rumah tangga Amerika sebesar 352 milyar dollar, saat ini sudah mencapai 2.6 trilyun dollar. Dalam 28 tahun, warga amerika yang terkenal boros tersebut, telah meningkatkan utangnya mencapai 738% hanya dalam 28 tahun.

       Tingkat simpanan (personal saving) warga amerika mencapai 12% di tahun 1980. Tahun 2008  hanya mencapai 1 % GDP. Tak mengherankan, dekade berikutnya jika tingkat simpanan amerika akan dibawah 0% , artinya konsumen amerika akan hidup dari hutang dan tidak pernah memiliki simpanan untuk mempertahankan hidup mereka.

Belum lagi ditambah bank-bank mega Amerika seperti Bank of Amerika (BoA) dan CitiGroup (Citi), yang dikabarkan memiliki masif resiko dan akan gagal mempertahankan kelangsungan operasionalnya. Fakta berikut tentang BoA dan Citi :

       Terlalu besar untuk dipertahankan atau diselamatkan. BoA dan Citi memiliki aset total sekitar 3.9 trilyun dollar, 43 kali lebih besar dari dana bailout yang telah mereka terima 90 milyar dollar (masing-masing dapat 45 milyar dollar).

       BoA dan Citi adalah pemain besar nomor 2 dan 3 dalam pasar derivatif dengan total sekitar 78 trilyun dollar. Ini sekitar 10 kali lipat dari derivatif yang dimainkan Lehman Brothers yang telah bangkrut tahun lalu.

       BoA dan Citi juga termasuk partisipan nomor 2 dan 3 dalam pasar derivatif yang paling beresiko yakni CDS (credit default swap). Ini adalah pertaruhan judi institusi finansial terbesar, yang bisa membawa kegagalan perusahaan finansial lainnya. BoA dan Citi memegang CDS senilai 2.5 trilyun dan 3.3 trilyun dollar, totalnya adalah 5.8 trilyun dollar !. Dari laporan OCC report ini, maka kredit beresiko CDS, nilainya adalah 60 kali lipat dari dana yang diterima Treasury Dept. Amerika.

       Akibatnya, nilai saham BoA dan Citi mendekati nilai nol, karena utang dan resiko yang ditanggung lebih besar daripada kapital yang mereka miliki. Dengan demikian, membuatnya hampir tak mungkin menarik modal dari investor.

Dari sisi sosial dan demografi, menunjukkan lebih dari 76 juta orang Amerika lahir antara 1946 dan 1964, yang oleh para ahli sosiologi disebut sebagai generasi “baby boomers” (bayi-bayi yang lahir pada era ledakan kelahiran pasca PD II). Sekarang para baby boomers itu kini berusia antara 43 dan 61 tahun. Mereka inilah yang membanjiri pasar kerja pada era 1970-an. Sepanjang dekade 1980-an dan 1990-an, mereka ini pula yang banyak menanamkan investasinya di bursa saham.

Beberapa tahun mendatang, generasi ini akan mulai memasuki pensiun, sehingga mereka akan mulai mencairkan dana-dana pensiun mereka, entah dalam bentuk tabungan, reksadana, investasi dan lain-lain. Bahayanya terletak pada kenyataan bahwa generasi “baby boomers” ini adalah kelompok populasi yang paling besar dan paling kaya di Amerika, sementara generasi berikutnya, yang berpotensi menggantikan generasi “baby boomers” sebagai investor di bursa saham, mempunyai jumlah yang lebih kecil dengan tingkat kekayaan yang lebih rendah. Terlebih aturan peraturan sistem dana pensiun Employment Retirement Income Security Act – ERISA, di mana setiap pensiunan yang telah menginjak usia 70 tahun “diwajibkan” mulai menarik dananya dari pasar saham, dengan cara menjual sahamnya setiap bulan.

Maka secara teoritis, mulai 2008 dan seterusnya, kecenderungan terjadinya lebih banyak transaksi menjual daripada membeli saham dan semakin bertambah nyata pada tahun-tahun berikutnya. Tekanan indeks menguat, hingga tiba saatnya bahwa indeks harga saham tidak bisa naik lebih jauh lagi, bahkan cenderung terus tertekan, akibat kecenderungan menjual saham lebih banyak daripada membeli. Lalu begitu tersadar, orang-orang akan berduyun-duyun menjual sahamnya. Maka kejatuhan indeks saham tinggal menunggu waktu, seperti halnya Great Depression era PD I.

sinking-america-economySeluruh fakta dan indikator diatas menunjukkan bahwa memang kondisi ekonomi Amerika sekarang sedang tenggelam (sinking). Selayaknya, kita tidak bergantung atau mengurangi ketergantungan Amerika, karena kenyataan dan indikator sekarang menunjukkan Amerika tidak lagi sebagai negara yang kuat ekonominya. Langkah negara di amerika latin yang dimotori Venezuela merupakan contoh tepat. Amerika, ibarat kapal Titanic, mereka telah menabrak gunung es dan tinggal menunggu waktu tenggelam. Utang-utang/kredit amerika dan penciptaan nilai uang kertas dollar yang dipaksakan, sesungguhnya merupakan gelembung (bubble) yang terus menerus dipompakan, agar ekonomi berjalan. Perumpamaan ekonomi amerika saat ini seperti balon, dia kelihatan besar, namun isinya kosong (valueless). Saat ini Amerika masih mengalami resesi, namun ketika waktunya gelembung ini akan pecah karena pemompaan trilyunan dollar (penciptaan fiat money dollar terus menerus) tanpa aset riil, maka akan terjadi ledakan bom ekonomi. Krisis kemanusiaan, sosial, politik, ekonomi akan melanda amerika.  Dan saat itulah krisis sebenarnya (great depression) melanda Amerika. Wallahu alam.

Satu pemikiran pada “Amerika, menanti ambang kehancuran atau tenggelam ?

  1. Ping balik: Inikah tanda keruntuhan Eropa paska keluarnya Inggris Raya? | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s