Belajar dari HAMAS, the most tough organization in the world

HamasSetelah perang selama 22 hari, pasukan pendudukan Israel akhirnya harus mengakui kekuatan dan kegigihan perlawanan dari para pejuang Palestina dan tidak berhasil mengenyahkan Hamas dari Gaza. Bukan hanya itu, dengan segenap keterbatasan persenjataan yang dimiliki, Hamas melalui sayap militernya bahkan mampu memberi pukulan yang telak dengan menewaskan 15 tentara Israel, bahkan menurut sumber sayap militer Hamas, Alqassam, mereka sudah menewaskan 88 tentara israel dan melukai ratusan tentara lainnya. Walhasil, kekalahan israel ini membawa implikasi serius kepada pemerintahan Israel sekarang.

 

Apa resep dan kekuatan organisasi Hamas, sehingga ketika jalur Gaza diserbu secara brutal oleh tentara pendudukan Israel, sama sekali gagal menghancurkan Hamas, bahkan harus melakukan gencatan senjata secara pihak sebagai alasan untuk menghindari kekalahan lebih serius di jalur gaza?. Kemenangan Hamas bisa diartikan sebagai kemenangan secara moral dan tujuan, karena keinginan Israel untuk menghentikan perlawanan dan melenyapkan Hamas dengan agresi brutal selama 22 hari gagal total , malah membuat Hamas semakin kuat dan populer di mata rakyat palestina.

 

Di atas kertas, membandingkan kekuatan militer Israel dengan Hamas seperti semut dengan gajah. Belanja militer israel berada di urutan 17 dunia, jauh di atas Iran dan hanya kalah dari Saudi Arabia. Diperkuat dengan 416 pesawat tempur modern, 300 helikopter, 3650 tank, 1800 senjata artileri (meriam, misil, rudal) dan 187 ribu tentara aktif. Jika ditambah rakyat sipil, maka pasukan tentara Israel  bisa dilipatgandakan menjadi 20 kali lipat, karena UU militer yang mewajibkan wamil bagi penduduk, atau memiliki tentara cadangan sekitar 3 juta. Hamas hanya memiliki sekitar 20 ribu pejuang aktif, tanpa pesawat, helikopter, rudal atau tank. Peralatan militer yang dimiliki hanya senjata roket Al Banna dan Al Yaasin, modifikasi rudal PG-2 Rusia yang mampu menghancurkan tank Merkava dalam radius 500 meter. Roket lainnya, yang juga hasil modifikasi, maksimal hanya bisa meluncur 55 kilometer. Itu hanya cukup sampai Kota Sderoth, yang bukan jantung komando Israel. Untuk pertahanan anti serangan udara, mereka mengandalkan rudal Rayyan, modifikasi dari rudal SA-7 Rusia yang dulu digunakan Hizbullah (Lebanon) untuk merontokkan helikopter dan UAV Israel.

 

Namun, semua fakta diatas tak berarti dalam perang asimetri ini. Kemampuan memberi perlawanan sengit kepada penjajah Israel, ternyata ditopang oleh beberap faktor. Berikut adalah hasil analisa dari berbagai sumber :

       Pejuang terbaik (star/champion people) Anggota pejuang Hamas memiliki moril dan semangat terbaik. Para pejuang Hamas, direkrut secara istimewa. Kalau dalam bahasa manajemen, mereka hanya merekrut the most talented people. Tidak ada anggota yang hanya berkelas competent atau performer. Jadi hanya yang berkategori bintang (star) dan boleh dibilang hampir semuanya memiliki tingkatan star people atau champion people masuk menjadi pejuang Hamas. Melalui seleksi superketat, para pemuda dipilih dari jemaah yang tak pernah ketinggalah shalat subuh berjamaah. Yang suka merokok, atau ibadahnya masih bolong-bolong, jangan harap bisa jadi anggota pejuang/sayap militer Hamas. Inilah yang membuat para pejuang memiliki keikhlasan sepenuhnya dalam mempertahankan dan melawan tentara israel. Bekal mental (spirit) adalah faktor utama, dan kebanyakan dari pejuang Hamas ini hapal quran. Dengan cara ini, mereka terbiasa dan mampu menghadapi penyusupan operasi intelijen yang dilakukan agen rahasia Israel Mossad. Sederhananya, walaupun agen Mossad bisa menyamar menjadi seorang ulama atau syaikh, tapi mereka tidak akan bisa menghapal (hafiz) quran. Sebuah filter sederhana tapi efektif. Ini penting agar sayap militer Hamas (Alqassam) tidak disusupi agen Israel yang nota bene adalah orang arab. Tak heran, pejuang Hamas adalah orang yang paling diburu oleh agen Rahasia Israel, ataupun oleh faksi palestina pro israel.

       Keyakinan (Faith). Hamas sama sekali tidak mempedulikan jumlah (number) kekuatan militer Israel. Ini ditopang dengan keyakinan (faith) bahwa perjuangan tidaklah berdasarkan kuantitas/jumlah kekuatan militer (tentara, pesawat, artileri, rudal/missil dll), tapi ditunjang sepenuhnya oleh kualitas pasukan itu dan ditentukan juga oleh faktor ‘langit’ atau bantuan dari Allah. Hamas percaya jumlah kecil bisa melawan yang besar, seperti kisah Daud dan Jalut (David dan Goliath), dan semasa perjuangan islam Nabi Muhammad SAW dalam perang Badar yang saat itu hanya dengan 300 pasukan, mampu menumbangkan perlawanan musuh yang diperkuat 1500 tentara. Keyakinan inilah yang menjadi dasar perjuangan Hamas untuk melawan agresi brutal Israel. Ditambah lagi kegagalan Israel ketika menyerbu Libanon Selatan dan Beirut tahun 2006 lalu untuk menghancurkan Hizbullah dan ingin membebaskan tentara Israel, justru Israel yang mundur tanpa berhasil membebaskan satupun tentaranya ditawan. Ditambah sekitar 125 tentara tewas dan 50 lebih tank yang hancur. Akibatnya malah membuat Hizbullah semakin kuat posisinya di Libanon. Fakta sejarah empirik ini makin memperkuat keyakinan pejuang Hamas, bahwa Israel bisa dikalahkan.

       Ketrampilan tinggi (Highly-Skilled people). Para pejuang dibekali teknik beladiri, gerilya, infiltrasi (penyusupan), penyamaran (undercover),penggunaan bahan peledak, menyelam, teknik topografi, penyandian, kamuflase maupun pengetahuan mengenai data karakter, sifat dan lokasi institusi pendukung israel yahudi di timur tengah. Ditunjang oleh keyakinan bahwa kematian yang diterima saat perlawanan adalah sebagai syuhada, bertambah lengkaplah kekuatan pejuang Hamas. Dan sekali lagi, ini tidak dimiliki oleh pasukan Israel. Tidak ada pasukan israel yang berani mati, karena mereka menyerbu untuk dunia dan harta, sedangkan pejuang Hamas berjuang untuk mengharapkan akhirat (membela Allah/ jihad fisabilillah) dengan siap mati sebagai syuhada.

       Taktik dan strategi tepat (right tactic & strategy). Hamas mengandalkan dukungan penuh rakyat palestina dalam melawan Israel. Karena itu Hamas menjalankan strategi tetap bersama rakyat, membuat ratusan terowongan untuk menyalurkan bantuan kepada rakyat palestina yang butuh pangan, membangun sekolah, rumah sakit dan aktifitas sosial. Mereka juga santun terhadap sekitar 3000 an warga Kristiani di Jalur Gaza. Tak heran dengan strategi dan taktik ini mereka menang dalam pemilu Palestina. Merekapun menggerakan dukungan dan diplomasi secara kuat, sehingga dalam diplomasi ini Israel boleh dibilang kalah. Tidak ada kata kalah dalam perjuangan Hamas, untuk membebaskan seluruh tanah palestina yang direbut Israel.

Itulah sekelumit faktor yang menentukan kemenangan para pejuang palestina melawan agresi brutal Israel. Meskipun mereka menderita dengan kehancuran infrastruktur Gaza, lebih dari 1300 rakyat sipil tewas dan ribuan lainnya luka-luka, tapi mereka telah membuka mata dunia bahwa agresi Israel sanggup dilawan dengan semangat dan moral tinggi, meski hanya didukung persenjataan sederhana. Dengan keterbatasan selama blokade Israel, kurangnya dukungan dari negara Arab, Hamas mampu menunjukkan eksistensi dan memberi perlawanan sengit bagi Israel.Rasanya layak disebut sebagai organisasi paling tangguh didunia (the most tough organization in the world).

Penulis jadi berpikir, jika organisasi mampu merekrut karyawan dengan semangat dan moral seperti para pejuang Hamas, maka organisasi pastilah akan tercapai tujuannya. Tidak perlu muluk-muluk harus dilengkapi dengan sistem, infrastruktur, perangkat atau aplikasi yang modern, tapi cukup karyawan dengan moral dan keyakinan tinggi (values & faith), berketrampilan (high skilled) dan strategi yang tepat sudah cukup. Apalagi jika ditunjang perangkat kerja yang mendukung. Bukan tidak mungkin, organisasi akan menjadi the winner dalam era kompetisi ini. Sekali lagi, kombinasi dari star people, values & faith, highly skilled dan right tactic/strategy merupakan inti kemenangan organisasi.

9 pemikiran pada “Belajar dari HAMAS, the most tough organization in the world

  1. Assalammu’alaikum… Salut kepada tulisan sampeyan. Smoga Allah Ta’ala slalu memberikan perlindungan terbaik-Nya kepada seluruh pejuang*2 Hamas di Palestina… Wassalam…

  2. Ass.wr.wb,
    mas, bagus sekali analisanya,…kalau seandainya kita sebagai muslim seperti ini, tidak satupun orang yang akan mampu menghancurkannya.

    izin copast ya mas.

  3. Ping balik: Perang Gaza, siapa yang unggul ? | ilmu SDM

  4. Ping balik: Inikah bakal calon negara adidaya berikutnya? (2) | ilmu SDM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s