Fadel Muhammad, dari propinsi agropolitan menuju propinsi inovasi

Apakah ada hubungan antara memotong sirip ikan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat? Kelihatan tidak ada hubungan, tapi sebenarnya erat sekali. Itulah inovasi yang dilakukan oleh Margaretha Solang, dimana pemotongan sirip ikan mengurangi gerak ikan itu sendiri sehingga pakan ikan terserap menjadi daging. Petani jadi untung, karena ikannya lebih gemuk, dari yang tadinya 5 ekor ikan seberat 1 kilo, sekarang cukup 3 ekor saja beratnya sudah 1 kilogram. Inilah pemenang kongres Inovasi Gorontalo november 2007 yang diadakan di provinsi Gorontalo, serta berhak mendapatkan hadiah FM Innovation Award 2007. Ide tersebut tampak sederhana, tapi aplikatif sekali dan tepat guna.;

 

Lalu siapakah dibalik provinsi Gorontalo, yang sekarang menjadi buah bibir dikalangan pemerintah daerah otonomi lainnya dan sering menjadi rujukan dan kunjungan bagi gubernur propinsi indonesia lainnya? Sudah disebutkan inisial namanya dalam lomba inovasi itu, Fadel Muhammad.

 

Sebelum memisahkan diri dari propinsi Sulawesi Utara, Gorontalo hanyalah sebuah wilayah kecil, yang pertumbuhan ekonominya minus. Namun keadaan sudah berbalik, kini tahun 2007 lalu saja pertumbuhan ekonomi Gorontalo sudah mencapai 8.4%, jauh diatas pertumbuhan ekonomi nasional. Banyak perubahan yang dicapai, dan itu sangat mencengangkan jika dibandingkan 10 tahun silam.

 

Sangat menarik melihat langkah-langkah yang diupayakan Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad dalam membangun propinsi Gorontalo. Tidak seperti reformasi di birokrat pusat yang cenderung lamban, jalan ditempat atau terkesan lipservice, namun reformasi di propinsi Gorontalo benar-benar berjalan dengan tepat, fokus dan terarah. Ibarat seorang dokter, sudah tahu benar penyakitnya apa dan langsung memberikan obat dan terapi yang tepat.

 

Pertama yang dilakukan sebagai Gubernur adalah mengubah pola pikir mindset birokrat di propinsinya sendiri, yang awalnya cenderung bekerja berdasar petunjuk atasan. Tahun pertama, sejak menjadi gubernur memang merupakan tahun yang berat, karena resistensi justru muncul dari dalam pemerintahan sendiri. Namun, sebagai pemimpin dan leader, beliau tahu bahwa itu merupakan hal utama, karena perubahan harus mulai dari diri sendiri dan mengubah mental menjadi pelayan masyarakat yang efektif dan efisien. Terkesan semi otoriter, tapi hal yang perlu bila memang perubahan itu menuju arah lebih baik.

 

Fokus berikutnya adalah menemukan modal penggerak ekonomi propinsi. Ada dua aspek potensi gorontalo yakni pertanian dan perikanan. Dengan menggerakan potensi agro ini, serta mengundang pakar pertanian terbaik IPB dengan penanaman komoditas jagung dari bibit unggul yang efektif, dalam waktu singkat gorontalo sudah mampu mengekspor komoditas jagung ke negara tetangga, dimana waktu yang sama indonesia justru mengimpor jagung. Disinilah keberanian gubernur diuji, dimana pemerintah pusat pernah meminta beliau agar mengirimkan jagung ke pulau jawa, namun dengan tegas ditolaknya dengan alasan sederhana : Ongkos kirim jagung ke jawa lebih mahal daripada harga jagung di pulau jawa . Jauh lebih menguntungkan jika surplus jagung diekspor ke malaysia, yang hasilnya bisa mensejahterakan petani. Tentu, ini terkait juga dengan visi pemda gorontalo yakni fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat gorontalo. Tidak hanya itu, beliau juga memasukkan kurikulum pertanian ke dalam sistem pendidikan gorontalo, sehingga menjadi satu-satunya propinsi yang memiliki kurikulum spesifik pertanian. Beliau berkeyakinan, pengembangan pertanian hanya bisa diwujudkan jika rasa cinta pada pertanian sejak dini ditanamkan melalui pendidikan. Tanpa rasa cinta pertanian, mustahil mewujudkan propinsi yang kuat pertaniannya. Inilah cikal bakal konsep agropolitan untuk propinsi gorontalo.

 

Untuk meningkatan kinerja aparat birokrat pemerintahannya, beliau juga mengusung sistem penggajian berbasis kinerja. Karena besaran gaji tidak bisa dinaikkan dan itu wewenang pemerintah pusat, maka dibuatkanlah komponen tunjangan kinerja daerah yang besarnya bisa mencapai 300% dari gaji. Inilah yang menyebabkan aparat berlomba-lomba untuk meningkatkan produktifitas kerja, sehingga imbalan yang diperoleh sepadan dengan kerjakeras mereka.

 

Tahap-tahap awal perubahan gorontalo memang berat. Tiga tahun pertama, gubernur gorontalo belum punya kantor sendiri, bahkan masih menumpang kantor pemda sulut. DPRD pun setali tiga uang, hanya berkantor di balai pertemuan. Namun, tekad untuk memajukan rakyat, yakni people oriented memang menjadi perhatian utama. Tidak heran, anggaran belanja daerahnya pun jauh lebih besar untuk keperluan publik yakni sekitar 72% daripada belanja aparatur. Sangat berbeda dengan kebanyakan pemda otonomi lain, yang justru sibuk memperkaya diri sendiri, sehingga malah membuat  ekonomi biaya tinggi.

 

Kini, gorontalo sudah berubah. Visi menuju masyarakat makmur sejahtera semakin jelas. Perubahan fisik yang terlihat antara lain sudah mempunyai bandar udara sendiri, universitas negeri, pelabuhan kapal dan bahkan sedang menanjak untuk menjadi propinsi yang inovatif. Pergelaran FM Innovation Award adalah langkah strategis selanjutnya untuk menjadi propinsi dengan pertumbuhan yang berkelanjutan (sustainable growth). Konsep pembangunannya sudah ditiru beberapa pemerintah daerah dan model program pembangunannya  diadopsi pemerintah pusat. Semuanya tentu, tidak lepas dari  peran tangguh, kerja keras dan visi melayani dari sang pemimpin daerah itu sendiri

 

Reference : indopos.co.id

                    gorontalo.gov

                    wikipedia.org

 

Biografi

 

Nama : Dr. Ir. Fadel Muhammad Al Haddar

Lahir : Ternate, 20 Mei 1952

Pendidikan : Teknik Fisika ITB (1978), S3 Doktor UGM (2007)

Jabatan dulu : ICMI, Bukaka, Bank Intan

Jabatan Sekarang : Gubernur Gorontalo (2 periode, 2001-2006 dan 2006-2011)

Pencapaian : Masuk MURI dengan rekor pemilihan suara tertinggi (81% suara) tahun 2006

7 pemikiran pada “Fadel Muhammad, dari propinsi agropolitan menuju propinsi inovasi

  1. Setuju Pak/Ibu Inoki,
    Seharusnya beliau ini maju jadi Presiden. harus dari sekarang menyiapkan tim promosi agar nilai jual beliau baik di seluruh provinsi. setahu saya banyak juga warga prov. JATIM pun mendukung beliau menjadi Presiden.

  2. agropolitan itu disadur dari kata agros (pertanian) dan polis (kota) yg artinya adalah kota yg berbasis pertanian. jadi pelekatan kota pertanian tidak bisa terhadap propinsi karena propinsi memiliki skema kajian yg berbeda dgn kota. jadi agropolitan itu maksudnya hanya kota gorontalo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s