Cara berjabat tangan dengan efektif

Berjabat tangan, mungkin ini sudah hampir menjadi budaya dan kebiasaan di dunia. Seringkali orang berpikiran bahwa hal ini tidak perlu dipikir-pikir lebih panjang, karena faktor kebiasaan tersebut. Namun sebenarnya tidaklah begitu. Bagi orang yang berjabatan tangan dengan anda dapat menilai kesan anda saat berjabatan tangan. Bahkan, bagi seorang interviewer yang berpengalaman, bisa mengetahui kondisi situasi emosional anda saat berjabat tangan.

 

Karena itulah, berjabat tangan merupakan hal penting yang kadang sering diremehkan oleh sebagian orang. Kita sendiri tentu akan merasa sebal, kalau orang yang berjabat tangan dengan kita terlalu lemah gemulai sehingga memberikan kesan orang tersebut tak bersemangat, atau berjabat tangan tangan terlalu keras, sehingga seperti meremukkan tangan.

 

Agar anda tidak menampilkan kesan yang salah di mata orang yang berjabat tangan dengan anda, terutama ketika interview, berikut adalah teknik dan etika berjabat tangan secara efektif.

  • Tataplah mata pasangan lawan anda saat berjabatan tangan dengannya. Tidak ada hal lebih yang memberikan kesan mengacuhkan, selain jabatan tangan tanpa tatapan mata. Bila anda menjabat tangan tanpa menatap pasangan lawan, menunjukkan rasa tidak hormat, tidak peduli, acuh dan cuek. Maka, jabatlah tangan lawan bicara anda dengan menatap mata lawan bicara, sehingga anda dianggap sebagai orang yang punya rasa hormat, peduli, sopan dan juga santun. Inilah etika berjabat tangan.
  • Berjabatlah tangan dari telapak ke telapak. Jika anda melakukan jabat tangan dengan berlebihan, seperti menarik tangan lawan dan mengayunkan ke atas bawah dengan keras, hal ini sama saja menunjukkan ’dominasi’ atau ’mulut besar’. Berjabatlah dengan pas, tidak keras tapi juga tidak terlalu lunak.
  • Jika anda memiliki keyakinan yang tidak membolehkan menyentuh tangan lawan jenis, lakukan jenis penghormatan menurut kebiasan yang biasa anda lakukan. Seperti di adat sunda, dengan mengatupkan ke dua lengan di depan dada, atau juga dengan model membungkuk badan seperti kebiasaan orang jepang. Orang akan menghormati anda karena itu merupakan masalah keyakinan. Bisa juga dilakukan, bila memang anda sedang mengalami gangguan pada tangan, atau radang sendi. Utarakan pada lawan bicara anda, dengan didahului permintaan maaf karena tidak berbisa berjabat tangan secara normal.
  • Pekalah terhadap situasi dan kondisi, misalnya bila lawan bicara kita memiliki keterbatasan fisik. Jika lawan bicara memiliki cacat pada tangan, gangguan tulang atau artritis, atau misalnya duduk di kursi roda, jangan memaksakan diri untuk berjabat tangan. Melukai seseorang karena berjabat tangan justru akan menutup pintu hubungan komunikasi.
  • Ciptakan jabat tangan yang hangat dan memberi kesan makna mendalam. Jika anda berjabat tangan lalu segera menarik tangan anda kemudian berbicara seolah-olah tidak ada terjadi apa-apa, maka lawan bicara anda akan menganggap anda sebagai orang yang tidak tulus dan berarti. Karena itu, biarkan berjabat tangan sambil memberikan perhatian kepada lawan bicara anda, bisa dengan tatapan mata atau pembicaraan singkat/ringan sebelum menarik tangan anda. Ini memberikan kesan anda adalah orang yang punya perhatian.

Satu pemikiran pada “Cara berjabat tangan dengan efektif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s