Merekrut kandidat atau karyawan terbaik? (1)

Bagi anda, entah itu perusahaan, manajer , recruitment specialist, atau siapapun yang membutuhkan karyawan,  penulis memiliki pertanyaan menarik : “ Apakah anda akan merekrut kandidat terbaik atau karyawan terbaik?”. Pertanyaan ini tampak sederhana tapi sangatlah jelas maknanya. Boleh dibilang, kebanyakan perusahaan/employer, agen perekrutan atau recruitment specialist dalam praktek perekrutan karyawan sering mengabaikan faktor kritis ini. 

Biasanya ini disebabkan  oleh pola perekrutan yang umum, konvensional dan cenderung lemah. Kebanyakan perekrut baru menyadari ini saat kandidat terpilih sudah menjadi karyawan di organisasi /perusahaan, dimana hasil kinerjanya tidak memuaskan. Pola perekrutan yang dilakukan umumnya adalah menyaring lamaran/biodata/CV yang masuk, melihat sikap kandidat saat di interview, melihat antusiasime kandidat, tepat waktu saat interview dst. Jika aspek tersebut menjadi karakter utama pemilihan karyawan yang biasa anda gunakan, maka anda telah mendapatkan kandidat yang terbaik. Tapi belum tentu karyawan terbaik. Mengapa?

Ada perbedaan mendasar antara karyawan terbaik dengan kandidat terbaik. Para kandidat terbaik adalah orang yang telah menyiapkan diri dengan baik untuk melamar/memperoleh pekerjaan. Kenyataannya, para pencari kerja/kandidat tersebut telah banyak mempelajari cara-cara melamar pekerjaan. Sudah banyak puluhan buku mengenai melamar pekerjaan, teknik mempelajari pertanyaan interviewer, melaksanakan interview, sikap kerja saat interview dll. yang tentu dipelajari oleh para kandidat itu. Karena itu, tak heran saat mulai perekrutan, para kandidat ini sudah paham betul mengenai how, what, when, where, not, dalam setiap perekrutan. Boleh dibilang para kandidat terbaik ini sudah paham lika-liku dan seluk-beluk perekrutan. 

Untuk itu, anda mesti mengetahui apa karakter dan ciri-ciri dari individu atau orang yang biasa disebut sebagai kandidat terbaik. Ciri-ciri dasar mereka adalah : 

  • Memiliki resume/cv/biodata yang baik, dalam penampilan maupun isinya
  • Memiliki ketrampilan/skill yang baik, dibuktikan dari catatan pendidikan, pelatihan, training
  • Tepat waktu saat dipanggil interview
  • Menyiapkan diri dengan baik saat interview
  • Komunikatif
  • Antusias
  • Melakukan follow up kembali
  • Mempunyai perhatian dan tahu detil tentang perusahaan yang dilamar
  • Memperhatikan interviewer dengan sungguh-sungguh
  • Agresif dalam mencari pekerjaan
  • Tampil mengesankan baik dalam penampilan maupun interview

Sebaliknya sangat berbeda karakter yang dimiliki oleh karyawan yang memang pantas untuk direkrut. Hal ini akan dijelaskan dalam tulisan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s