Karakter metric sebagai KPI : Target – based (2)

Salah satu ciri penting ke dua bahwa sebuah metric dapat berfungsi sebagai KPI adalah tidak hanya berupa angka. Untuk memenuhi sasaran organisasi yang bersifat forward looking, angka tersebut memiliki hubungan (context).

Ambil satu contoh, salah satu metric kepuasan karyawan memiliki nilai 61. Apakah angka 61 adalah hal yang baik atau justru harus jadi perhatian penting? Jika target adalah 100, sebagaimana halnya kisaran angka nilai tes di sekolah yakni 90 s/d 100 = A, 80 – 89 = B dst, maka nilai 61 harus jadi perhatian utama.  Tetapi jika 61 adalah satu-satunya yang terbaik, mungkin guru sekolah akan membuat kurva peringkat, dimana 61 adalah nilai terbaik. Satu-satunya langkah bahwa anda dapat mengevaluasi apakah nilai tersebut baik atau tidak adalah dengan menghubungkan target tersebut dengan KPI. Target mencerminkan nilai yang menjadi KPI pada moment waktu tertentu.

Sebuah KPI yang efektif memiliki target yang dilekatkan dengan jangka waktu spesifik. Sebagai contoh, untuk KPI menurunkan biaya service, target untuk satu tahun dapat dibuat 12%, dengan awal peningkatan 0% untuk enam bulan pertama, dan 2% per bulan untuk bulan tersisa. Dengan target berjangka waktu ini, dapat diketahui apakah service department sudah berjalan pada jalur yang benar untuk meraih sasarannya.

Untuk menentukan target yang tepat, periksalah business plan, anggaran dan rencana produksi. Sebuah manufaktur mungkin menerapkan business plan yang memasukkan berapa unit akan memproduksi setiap bulan atau tiap shift production. Suatu departemen penjualan biasanya memberikan kuota berapa target penjualan tiap individu. Semua itu adalah target, dalam beberapa kasus, mungkin anda perlu mengira-ngira mana yang paling baik. Pakailah itu sebagai langkah awal, sampai dapat disempurnakan kembali sesuai pengalaman yang diperoleh.

Apapun sumbernya, target haruslah memotivasi. Ketika membuat nilai target, haruslah diingat bahwa nilai tersebut janganlah terlalu mudah atau terlalu sulit dicapai , sehingga tidak memotivasi untuk meraihnya. Gunakan target yang terjangkau (stretch). Pada beberapa orang mungkin ada yang menyukai target menantang (challenge), tapi ada juga yang menyukai target standar. Sesuaikan target dengan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s