Manajemen Berbasis Kompetensi (Competency Based Management)

Apa itu Competency Based Management (CBM)?

CBM merupakan suatu pendekatan manajemen dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) yang mengintegrasikan aktifitas manajemen yang nyata dalam pengelolaan SDM tersebut dengan mereferensikan semua aktifitas terhadap sebuah rangkaian kompetensi yang sudah disepakai bersama.

Rangkaian aktifitas manajemen yang dilakukan dapat meliputi :

  1. Disain Jabatan (Job Design),…….Bagaimana suatu pekerjaan akan didisain sehingga meningkatkan kapabilitas organisasi?
  2. Perekrutan dan Seleksi SDM (Recruitment & Selection)……Kompetensi apa yang perlu disediakan individu melalui proses rekrutmen? Siapa diantara kandidat yang paling memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi?
  3. Penilaian Kinerja, Pengembangan Kinerja dan Pengelolaan Kinerja (Performance Management)…..Apa yang dapat kita pelajari dari kompetensi karyawan terhadap kinerja mereka? Apa pengembangan kompetensi yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja? Apa pengaruh celah kompetensi (competency gap) terhadap kinerja?
  4. Remunerasi dan Penghargaan (Remuneration & Reward)……Bagaimana tingkat salary yang dibutuhkan sesuai kompetensi karyawan? Bagaimana kinerja karyawan diberi penghargaan?
  5. Analisa Kebutuhan Pelatihan (Training Need Analysis)…….Apa kompetensi yang perlu didapatkan karyawan nanti, agar mereka dapat meningkatkan produktifitas organisasi / perusahaan? Jenis pelatihan apa yang diperlukan berdasarkan competency gap yang mereka miliki?
  6. Pelatihan dan Pengembangan (Training & Development)…..Strategi pelatihan apa yang tersedia dalam rangka memfasilitasi kompetensi yang dibutuhkan? Seberapa efektif strategi dan metode training yang diberikan untuk mengembangkan kompetensi?
  7. Perencanaan Suksesi (Succession Planning)…..Siapakah yang memiliki profil kompetensi yang paling tepat untuk menggantikan kepemimpinan di dalam perusahaan?
  8. Rotasi, Terminasi (Redeployment)……Bagaimana mengelola penempatan kembali karyawan?

Aktifitas-aktifitas manajemen diatas biasanya berbasis kriteria yang berbeda, dan tentu saja konsekuensinya seringkali aktifitas tersebut tidak terkait satu sama lain secara efektif. Sebagai contoh, kriteria yang digunakan untuk memilih seseorang menduduki jabatan tertentu, mungkin tidak cocok dengan ketrampilan/pengetahuan yang dibutuhkan dalam jabatan tersebut.  Atau bisa jadi pelatihan yang karyawan pernah ikuti mungkin tidak sesuai dengan ketrampilan/pengetahuan yang dibutuhkan untuk karir masa depan mereka.

Atas dasar itulah, kompetensi menyediakan sebuah jalan yang dapat meyakinkan bahwa aktifitas-aktifitas terpisah tersebut dapat diintegrasikan dan dikaitkan satu sama lainnya.

4 pemikiran pada “Manajemen Berbasis Kompetensi (Competency Based Management)

  1. mas, kalau perusahaan yang betul2 menerapkan sih enak mas. Kalau perusahaan yang menjunjung jiwa kekeluargaan dan gotong royong lain lagi. Yang kompetensinya lebih malah akan lebih banyak dikasih tugas lagi (Tugas karyawan lain yang kompetensinya kurang akan dialihkan ke yang berkompetensi lebih). Dan lebih parah tidak ada yang namanya penghargaan……
    parah kan?. Kompetensi masih banyak berupa slogan seperti slogan sekolah gratis (Gratis bukan berarti tidak bayar loooo)

    • Mbak Saffa,
      Jika ada 2 orang A dan B dengan jabatan yang sama, si A bekerja menghasilkan 10 produk/jam sedangkan si B hanya 5 produk/jam, bukankah pekerjaan akan lebih banyak diberikan kepada yang menghasilkan lebih banyak? karena dia memiliki produktifitas lebih tinggi yang mungkin ditunjang oleh kompetensi yang lebih tinggi sehingga menghasilkan kinerja lebih baik.
      Oleh karena itu wajar jika si A diberi penghargaan (reward) entah dalam bentuk gaji atau model insentif yang per satuan produktifitas. Jika organisasi tidak memberi penghargaan lebih baik, ya tinggal menunggu si A keluar saja, karena namanya perusahaan tidak adil dalam menghargai kompetensi individu karyawan yang lebih baik. Untuk perusahaan yang menjunjung jiwa kekeluargaan dan gotong royong, misalnya sering terjadi pada perusahaan keluarga (family enterprise), sebaiknya memberikan penghargaan baik dalam bentuk tim (team reward) maupun personal (individual reward), yang melihat dari segi pencapaian/kinerja dan kompetensi individu.
      Artinya, tidak ada yang salah dalam manajemen berbasis kompetensi, tetapi tinggal pada pimpinan (manajemen) organisasi tersebut apakah mau berkomitmen menerapkan manajemen berbasis kompetensi? jika tidak, maka yang timbul adalah hanya slogan semata dan ditempel di dinding seperti penyataan mba diatas.

      salam,
      indra

  2. asslmkm, mas perkenalkan saya andy, saya dibagian HR untuk pengembangan dari recruitment , training, dan program pengembangan yang lain, untuk masalah diatas saya tertarik sekali, saya ingintanya bagaimana apabila diimplementasikan untuk pelatihan bagaimana melakukan analisa kebutuhan mereka?, untuk recruitment apakah ada tools atau guidance dalam proses direcruitment mungkin yang digunakan dalam mencari kandidat juga menginterview kandidat, trus kalo digunakan untuk hal lain, apa tools digunakan untuk menunjang program pengembangan tersebut, apabila tidak keberatan bisa di email ke saya di andytedco@yahoo.com…terimakasih atas bantuannya…saya sangat tertarik sekali..

    • Wa’alaykum Salam mas Andy,
      Untuk masalah tersebut banyak tools yang bisa digunakan, misalnya :
      – Recruitment : mas Andy dapat menggunakan teknik competency based interview yang sebenarnya merupakan bagian dari competency based recruitment.
      – Training. Dapat menggunakan competency based training. Ini dilakukan dengan melihat TNA: training need analysis yang berbasis kompetensi.
      – Performance management. Dapat menggunakan teknik competenby-based performance management.

      Salam,
      Tengku Shahindra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s