Antara Penilaian Kinerja dan Penghargaan

DiamondBisa disebutkan bahwa hubungan antara penilaian kinerja dan penghargaan memiliki hubungan erat, mengapa demikian ?, karena penilaian kinerja adalah dasar pemberian penghargaan baik dalam bentuk fisik atau non-fisik. Dalam teori Maslow, kebutuhan motivasi orang terbagi atas 5 hal, mulai dari yang bersifat kebutuhan dasar sampai dengan kebutuhan yang paling kompleks yaitu :

  1. Kebutuhan fisik biologi : yaitu kebutuhan dasar terkait pangan, sandang atau papan.
  2. Kebutuhan keamanan : jaminan kesehatan, jaminan sosial.
  3. Kebutuhan pertemanan : kelancaran komunikasi, kekeluargaan
  4. Kebutuhan Pengakuan : Penghargaan, keyakinan, penghormatan
  5. Kebutuhan aktualisasi diri : moral, tantangan.

Sedangkan menurut Alexander (2001) ada 2 jenis tipe penghargaan yaitu :

Baca lebih lanjut

Manajemen Kompensasi – Prinsip Dasar

Manajemen kompensasi (1)Dalam suatu proses bisnis organisasi, ada 5 bagian utama yang menentukan. Ke lima bagian tersebut adalah biasa disebut sebagai 5 M, yakni : Manpower, Material, Machine, Method, dan Money. Kadang ditambahkan dua hal yakni Media dan Motivation sehingga menjadi 5 M + 2, meskipun seringkali digabungkan dalam kategori Material dan Manpower. Mengenai konsep 5 M+2, anda bisa klik link ini dalam webblog IlmuSDM. 

Namun, diantara ke 5 bagian utama tersebut, sulit dibayangkan suatu bisnis tanpa faktor manusia yakni Manpower. Tanpa faktor manusia, maka 4 M tersisa tidak akan berjalan, karena semua tentu dipengaruhi oleh faktor manusia. Karena itu, sering disebut bahwa faktor manusialah yang membawa proses produk/jasa agar bergerak sesuai dengan tujuan, yang tentunya ditentukan oleh manusia juga. 

Berbeda dengan faktor lainnya, faktor manusia memiliki kebutuhan dasar , harapan, emosi, ambisi, aktualisasi,  ambisi, dll, yang memerlukan penghargaan atas pencapaiannya. Penghargaan inilah yang disebut sebagai kompensasi, sehingga manusia mengharapkan adanya andil yang adil dalam proses produksi/jasa organisasi. Karena itu, prinsip dasar utama dari suatu kompensasi adalah dia harus memberikan sistem yang adil bagi manusia yang bekerja dalam proses produksi/jasa organisasi. 

Apakah sistem kompensasi yang adil merupakan keharusan? ya. Jika organisasi ingin bergerak dengan kemampuan sepenuhnya yang digerakkan oleh individu/manusia didalamnya, sistem kompensasi yang adil sudah harus menjadi keharusan/kewajiban utama. Apa saja yang bisa diperoleh organisasi dengan sistem kompensasi yang adil? berikut adalah keuntungannya : 

  • Sistem kompensasi yang didisain dengan adil dan baik, memberikan dampak positif dalam efisiensi dan hasil kerja setiap karyawan/individu didalamnya.
  • Sistem kompensasi yang adil mendorong karyawan untuk memberikan kinerja melebihi standar normal
  • Sistem kompensasi yang adil membantu proses evaluasi jabatan (Job Evaluation), yang lebih realistis dan dapat dicapai (achievable).
  • Sistem kompensasi tersebut mampu diaplikasikan ke dalam setiap tingkat jabatan di dalam organisasi
  • Sistem memberikan keseimbangan kerja dan kehidupan(work-life balance). Sistem tidak memberikan hukuman kepada karyawan untuk sesuatu yang diluar kendali, dan juga tidak akan mengeksploitasi karyawan.
  • Sistem kompensasi akan meningkatkan moral kerja karyawan, produktifitas dan kerjasama antar karyawan, selain memberikan kepuasan kepada karyawan.
  • Sistem kompensasi yang adil membantu manajemen dalam memenuhi dan menghadapi aksi karyawan.
  • Sistem kompensasi yang adil membantu penyelesaian yang memuaskan kedua pihak bila terjadi selisih antara serikat pekerja dan manajemen.
  • Sistem kompensasi yang adil memberikan dorongan dan kesempatan bagi karyawan untuk berkinerja dan memberikan hasil lebih baik dari sebelumnya.

Melihat keuntungan besar dari sistem kompensasi yang adil seperti uraian diatas, maka sudah menjadi keharusan bagi organisasi, baik skala kecil sampai besar untuk dapat menerapkan sistem kompensasi yang adil bagi karyawannya.