Kompetensi Inti Organisasi seharusnya apa?

GambarSecara umum, penulis memaknai kompetensi inti organisasi merupakan keunggulan potensi yang dimiliki oleh organisasi, telah dicirikan dalam perilaku terdahulu dalam menghadapi situasi/kondisi pasar, dan sulit untuk direplikasi atau duplikasi oleh organisasi lain.

Dalam organisasi, kekuatan kompetensi inti organisasi bisa dibagi 2 yaitu :

  • Soft Competency Organization : Terkait dengan Kepemimpinan, talenta, kemitraan, budaya kerja, goodwill, reputasi, jaringan, merk.
  • Hard Competency Organization : Terkait dengan sistem yang dimiliki, infrastruktur, gedung, asset, jumlah modal, jumlah pabrik, jumlah mesin, teknologi yang digunakan dll.

Sehingga, jika organisasi dinilai, maka ke market value suatu organisasi akan dilihat dari ke dua hal tersebut, dimana soft competency organization adalah intangible asset (asset tak nyata), asset yang tak bisa dilihat namun dapat dinilai dengan uang,  sedangkan hard competency organization adalahtangible asset (asset nyata) yang bisa langsung dilihat dan juga dinilai uang..

Menariknya suatu perusahaan sekarang lebih cenderung dinilai berdasarkan soft competency nya dibanding hard competency. Hal ini dikarenakan soft competency memiliki ciri-ciri yaitu : sulit diduplikasi,  mampu menjadikan perusahaan unggul dibandingkan perusahaan lain, dan merupakan salah satu keunggulan bersaing dari organisasi lain. Karena itu, pendekatan terhadap aspek soft competency sebaiknya menjadi kekuatan utama.

Dengan demikian pemetaan terhadap kompetensi inti perusahaan terutama terkait aspek soft competency haruslah dijalankan. Bahkan perusahaan bisa fokus pada kompetensi inti, bisa jadi perusahaan ini akan unggul. Hal ini berdasarkan premis, bahwa jika perusahaan terlalu mengurusi apa yang lemah dari perusahaan, akan  menyebabkan perusahaan dan organisasi akan membagi dua energinya yaitu  untuk memikirkan hal positif (Strength, Opportunities) dan sebagian lagi untuk hal negatif (Weakness, Threat). Sedangkan pola pikir manusia akan cenderung memikirkan hal negatif, (weaknesses, threats, minus), padahal manusia lebih suka melupakan kekurangan dan kesalahan masa lalu. Kita akan lebih termotivasi jika melihat kelebihan, kekuatan dan keunggulan yang dimiliki serta memberi dampak pada kemajuan organisasi.

Pendekatan inilah, yang seharusnya lebih diutamakan, yaitu melihat kelebihan, kekuatan, atau keunggulan yang dimiliki organisasi. Peter Drucker juga sudah menyebutkan dalam bukunya Managing in The Next Society (2002) ” The task of leadership is to create an alignment of strength, making our weaknesses irrelevan“, jelas disini beliau menyebutkan pentingnya penyelerasan dan harmonisasi kekuatan atau keunggulan sehingga kelemahan itu sebaiknya diabaikan atau dibuat tidak terlihat.

Karena itu, Cooperrider,  (2008) menawarkan alternatif baru bagi perusahaan untuk unggul,  yaitu konsep SOAR (Strength, Opportunities, Aspiration, Result), dimana pendekatan ini berbasis kekuatan, keunggulan, nilai-nilai bersama dan peluang potensial atau model appresiatif (Appreciative Inquiry/AI). Pendekatan SOAR terhadap manajemen strategis memiliki beberapa keuntungan dibandingkan model seperti SWOT analysis, karena analisis SOAR memungkinkan  anggota organisasi mewujudkan masa depan yang mereka inginkan dengan penyelidikan, imajinasi, inovasi, dan inspirasi. Fokus internal SOAR adalah kekuatan organisasi atau bisa dinamakan kompetensi inti organisasi yang dimiliki. SOAR juga digunakan untuk analisis eksternal, misalnya analisis mengenai pemasok dan pelanggan.

Bisa jadi, bila pendekatan kompetensi inti perusahaan baik yang bersifat Soft maupun Hard disandingkan dengan model analisis SOAR dari David Cooperider, bisa jadi perusahaan atau organisasi akan menjadi organisasi yang unggul, disegani, kompetitif dan berkelanjutan di masa sekarang dan masa depan.

Referensi :

Cooperrider, David. 2005. A Positive Revolution in Change :  Appreciative Inquiry. Berret-Kohler Publisher. SanFransisco, USA.

Drucker, Peter. 2002. Managing in the next society. Truman Tralley Book, New York. USA

About these ads