Bagaimana memetakan karyawan berbakat di perusahaan *

Posted on Updated on

Dalam bisnis seperti halnya perlombaan, maka siapa yang paling cepat bergerak dan berubah adalah kombinasi dari pengemudi berbakat dan kendaraan tercepat. Valentino Rossi, juara dunia balap motor tujuh kali, ketika masih bergabung dalam tim Honda memperoleh gelar juara dunia dua kali. Ketika ia direkrut oleh Yamaha tahun 2004, Rossi “The doctor” memberi berbagai masukan kepada tim Yamaha. Hasilnya, Rossi mampu mematahkan keraguan pengamat dengan menjuarai Balap motor GrandPrix sebanyak lima kali bersama tim Yamaha. Contoh ini menunjukkan bahwa pengemudi berbakat lebih penting sebab ia mampu memoles kendaraannya menjadi lebih cepat sehingga memenangi perlombaan.

Meminjam kisah Rossi diatas, talent atau bakat dapat didefiniskan sebagai “ kapabilitas menciptakan nilai yang dihargai dan diakui oleh pemilik kepentingan yakni – pemilik, pimpinan, pelanggan”. Sedemikian besar peran yang dapat disumbangkan oleh karyawan berbakat (talented worker) namun banyak organisasi yang belum mengetahui bagaimana memetakan mereka. Padahal, pemetaan dan pengelolaan talented worker akan berarti jaminan bagi kesuksesan dan keberlangsungan orgnaisasi.

Menemukan karyawan berbakat dalam perusahaan bukan pekerjaan mudah. Banyak organisasi, atau bagian SDM yang menggunakan assessment tools, pscyhometric atau talent questionnaire untuk menentukan karyawan yang memiliki talenta. Namun tanpa bermaksud meremehkan, apabila cara-cara tersebut tidak disosialisasikan dengan benar, akan dapat menimbulkan respons yang kurang baik dari karyawan.

Identifikasi Karyawan berbakat

Memetakan karyawan berbakat merupakan langkah penting yang bila dilakukan secara tidak tepat malah menyia-nyiakan kapabilitas yang dimiliki karyawan tersebut. Langkah identifikasi dapat dijalankan dengan mengamati, memperhatikan dan melihat sikap maupun perilakuk karyawan. Tentu saja  dengan melihat dampak dari perilaku tersebut.

Langkah-langkah identifikasi dapat dilihat pada tulisan ini.

Memetakan Bakat

Bakat karyawan tidaklah tetap atau statis. Bakat tersebut mesti dipelihara, dibina dan dikembangkan, sehingga karyawan berbakat tetap bermotivasi dan memiliki komitmen untuk memberikan pekerjaan dan hasil terbaik.

Pemetaan bakat membantu organisasi fokus dalam sasaran jangka pendek tanpa kehilangan arahan atau gambaran besar sasaran jangka panjang. Dalam kata lain, membantu strategi organisasi jangka panjang serta menentukan bakat apa yang perlu ditambahkan untuk menjamin keberlangsungan sukses bisnis di masa depan.

Para pimpinan organisasi perlu dilatih bagaimana menentukan, membina dan mengembangkan bakat dan diberi insentif agar waktu yang diperlukan untuk mengelola bakat  menjadi salah satu prioritas bisnis mereka. Ke depannya, ukuran keberhasilan para pemimpin organisasi adalah seberapa jauh mereka dapat menemukan karyawan berbakat di organisasi mereka untuk keberhasilan dan kesuksesan bisnis masa depan.

Berikut langkah-langkah  pemetaan bakat yang digunakan untuk membantu organisasi meningkatkan kinerja melalui peningkatan talent management :

  1. MengiIdentifikasi ketrampilan, pengetahuan dan keahlian teknis yang diperlukan untuk membuat organisasi berhasil dalam iklim maupun kondisi eksternal saat ini.
  2. Mencari tahu sejauh mana bakat karyawan yang ada berdasarkan langkah identifikasi yang ada serta kebutuhan fungsi organisasi, kemudian plotkan ke dalam peta bakat. Analisa kesenjangan (gap) dari segi ketrampilan, pengetahuan maupun keahlian dengan mengembangkan karyawan yang ada baik yang bisa dikembangkan dari dalam maupun dari luar.
  3. Menggunakan  karyawan berbakat yang ada sampai efek maksimum, termasuk didalamnya memindahkan karyawan berbakat dengan ketrampilan, keahlian atau pengetahuan kehusus ke tempat atau fungsi organisasi yang paling dibutuhkan. Sebagai contoh, jika organisasi memperoleh karyawan yang berbakat menulis dengan baik, tempatkan mereka atau beri fungsi tambahan di public relation untuk hubungan dengan mass media.
  4. Bakat sebagai mana disebutkan diatas adalah dinamis dan perlu dikembangkan – Dengan menggunakan peta bakat, perlu dilihat agar karyawan dapat ditambahkan maupun dikembangkan dengan menyediakan sarana dan fasilitas tepat untuk hal diatas.
  5. Membuat peta bakat selalu mutakhir (up-to-date). Dengan demikian gambaran akurat  tentang karyawan berbakat serta ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan masa mendatang, memungkinkan organisasi dengan cepat dan efektif beradaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis maupun eksternal.

Untuk menjaga keberlangsungan dan keberadaan karyawan berbakat melalui suatu Sistem Manajemen Bakat – Talent Management System, sebagai perangkat yang efektif untuk menciptakan hubungan yang simbiosis antara kemampuan dan organisasi guna meningkatkan kinerja secara drastis. Sistem ini merupakan fungsi yang berbeda dalam system organisasi yang ditujukan eksklusif untuk memikat, memelihara, mengelola dan mengidentifikasi karyawan berbakat. Secara umum, dijalankan oleh manajemen bersama bagian organisasi yang menjalankan fungsi sumber daya manusia.

*Tulisan ini pernah dimuat di majalah Management & Business Solution INSPIRE edisi 12 tahun II /2010.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s