Manajemen Kompensasi – Prinsip Dasar

Manajemen kompensasi (1)Dalam suatu proses bisnis organisasi, ada 5 bagian utama yang menentukan. Ke lima bagian tersebut adalah biasa disebut sebagai 5 M, yakni : Manpower, Material, Machine, Method, dan Money. Kadang ditambahkan dua hal yakni Media dan Motivation sehingga menjadi 5 M + 2, meskipun seringkali digabungkan dalam kategori Material dan Manpower. Mengenai konsep 5 M+2, anda bisa klik link ini dalam webblog IlmuSDM. 

Namun, diantara ke 5 bagian utama tersebut, sulit dibayangkan suatu bisnis tanpa faktor manusia yakni Manpower. Tanpa faktor manusia, maka 4 M tersisa tidak akan berjalan, karena semua tentu dipengaruhi oleh faktor manusia. Karena itu, sering disebut bahwa faktor manusialah yang membawa proses produk/jasa agar bergerak sesuai dengan tujuan, yang tentunya ditentukan oleh manusia juga. 

Berbeda dengan faktor lainnya, faktor manusia memiliki kebutuhan dasar , harapan, emosi, ambisi, aktualisasi,  ambisi, dll, yang memerlukan penghargaan atas pencapaiannya. Penghargaan inilah yang disebut sebagai kompensasi, sehingga manusia mengharapkan adanya andil yang adil dalam proses produksi/jasa organisasi. Karena itu, prinsip dasar utama dari suatu kompensasi adalah dia harus memberikan sistem yang adil bagi manusia yang bekerja dalam proses produksi/jasa organisasi. 

Apakah sistem kompensasi yang adil merupakan keharusan? ya. Jika organisasi ingin bergerak dengan kemampuan sepenuhnya yang digerakkan oleh individu/manusia didalamnya, sistem kompensasi yang adil sudah harus menjadi keharusan/kewajiban utama. Apa saja yang bisa diperoleh organisasi dengan sistem kompensasi yang adil? berikut adalah keuntungannya : 

  • Sistem kompensasi yang didisain dengan adil dan baik, memberikan dampak positif dalam efisiensi dan hasil kerja setiap karyawan/individu didalamnya.
  • Sistem kompensasi yang adil mendorong karyawan untuk memberikan kinerja melebihi standar normal
  • Sistem kompensasi yang adil membantu proses evaluasi jabatan (Job Evaluation), yang lebih realistis dan dapat dicapai (achievable).
  • Sistem kompensasi tersebut mampu diaplikasikan ke dalam setiap tingkat jabatan di dalam organisasi
  • Sistem memberikan keseimbangan kerja dan kehidupan(work-life balance). Sistem tidak memberikan hukuman kepada karyawan untuk sesuatu yang diluar kendali, dan juga tidak akan mengeksploitasi karyawan.
  • Sistem kompensasi akan meningkatkan moral kerja karyawan, produktifitas dan kerjasama antar karyawan, selain memberikan kepuasan kepada karyawan.
  • Sistem kompensasi yang adil membantu manajemen dalam memenuhi dan menghadapi aksi karyawan.
  • Sistem kompensasi yang adil membantu penyelesaian yang memuaskan kedua pihak bila terjadi selisih antara serikat pekerja dan manajemen.
  • Sistem kompensasi yang adil memberikan dorongan dan kesempatan bagi karyawan untuk berkinerja dan memberikan hasil lebih baik dari sebelumnya.

Melihat keuntungan besar dari sistem kompensasi yang adil seperti uraian diatas, maka sudah menjadi keharusan bagi organisasi, baik skala kecil sampai besar untuk dapat menerapkan sistem kompensasi yang adil bagi karyawannya. 

About these ads

10 pemikiran pada “Manajemen Kompensasi – Prinsip Dasar

  1. Tulisannya terlalu sederhana,
    seharusnya ditulis lebih mendetail
    dikengkapi dengan indikator beserta parameter
    sehingga tidak terkesan mengambang.

  2. Pak Steven,
    Rencananya akan dibuat lebih lengkap. Ini baru pembuka atau filosofi dasar dari sistem kompensasi. Belum berbicara mengenai evaluasi jabatan, internal/external faktor, survey gaji, broadbanding, salary structure, competency based-pay, performance based pay, executive pay dst.

    salam hangat,
    indra

  3. salam kenal..

    saya dewi mahasiswa manajemen uny. sya bisa minta referensi bagaimana penghitungan gaji untuk karyawan g?? baik itu yang dibayar per jam maupun tidak??

    thanks atas bantuannya.

    • Mbak Dewi,
      Untuk penggajian waiter/waitress, pakai model umum penggajian saja ya. Biasanya orang digaji ada gaji tetap (fix) dan gaji tidak tetap (variable) Gaji tetap itu terdiri gaji pokok+tunjangan tetap, yaitu pendapatan yang diterimanya tetap baik dia masuk atau tidak masuk. Gaji tetap bisa dibuat berdasarkan UMR/UMSK, sedangkan tunjangan tetap misalnya tunjangan komunikasi. Untuk gaji tidak tetap, paling baik dikaitkan dengan kinerja, agar orang termotivasi untuk bekerja lebih baik.
      Seperti untuk waiter/waitress, mungkin termasuk juga cashier, barista, atau scooper, perlu diberikan komponen gaji tidak tetap yang bisa diambil dari tip yang dikumpulkan oleh pengunjung/client. Selanjutnya dihitung nilai kinerja tiap orang berdasarkan, misalnya : disiplin, kehadiran, kepatuhan, keramahan dll, yang bisa ditentukan. Selanjutnya diberi peringkat A, B, C ke semua waiter/waitress tersebut, dimana pendapatannya sesuai peringkat, yakni A > B >C.
      Oks itu saja usulannya, semoga membantu.

      regards,
      tshahindra

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s