Berpikir analitis dengan pendekatan saintis

Berpikir secara analitis (analytical thinking) diperlukan terutama dalam memecahkan suatu masalah. Namun, diperlukan teknik dan kerangka kerja yang sistematis (systematic framework) untuk mempercepat penemuan solusi terhadap masalah tersebut. 

Salah satu pendekatan sistematis dan saintis dalam berpikir analitis adalah dengan kerangka kerja yang menggunakan model Problem – Hypotheses – Facts – Analysis – Solution. Gambar dibawah adalah bentuk representatif dari kerangka kerja ini.  Framework Analytical Thinking

Sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui definisi dari masing-masing langkah kerangka kerja ini : 

Problem : Adalah keadaan atau situasi yang memerlukan perbaikan. Hampir kebanyakan problem (masalah) diidentifikasi oleh pelanggan /klien kita. Dengan menentukan problem secara tepat akan meningkatkan fokus kita dalam penyelesaian masalah. Anda dapat menggunakan teknik probing masalah (root cause analysis dengan 5 whys dst) untuk mencari apakah itu merupakan problem sebenarnya. 

Hypotheses : Adalah penjelasan sementara melalui observasi yang dapat diuji kembali melalui investigasi lebih lanjut. Dengan memecahkan masalah ke dalam berbagai faktor (breakdown analysis), memudahkan dalam membuat suatu hipotesa.

Facts : Adalah informasi yang bermakna (meaningful information), bisa kualitatif atau kuantitatif terhadap pengambilan keputusan. Yang terpenting adalah pencarian fakta adalah :

  1. Mengetahui apa yang perlu digali
  2. Mengetahui cara menyaring informasi
  3. Mengetahui cara verifikasi
  4. Mengetahui fakta mana yang bisa diaplikasikan. 

Analysis : Adalah proses yang dilakukan secara hati-hati dengan membagi-bagi masalah dengan melalui aplikasi teknis analisis dan penerapan pengetahuan yang tepat. Sebagai contoh, analisa fakta membutuhkan pembuktian hipotesa. 

Solution : Adalah rekomendasi final yang disajikan sebagai hasil dari pengujian hipotesa. Yang penting dari solusi ini adalah memenuhi keinginan dan harapan klien serta dapat diimplementasikan. Percuma memberikan solusi yang tak mungkin diimplementasi. Karena itu, menjalankan solusi dalam suatu contoh atau percobaan (exercise), merupakan teknik efektif untuk menguji apakah solusi tersebut terbukti handal.

About these ads

4 gagasan untuk “Berpikir analitis dengan pendekatan saintis

  1. Bagaimana kalau kita dalam proses belajar berpikir analisis, bisa mengetahui bahwa kita sudah benar atau belum dalam berpikir analisis dalam masalah yang nyata

  2. subhanalloh kang….
    Ane mau tanya kang…
    Seperti kita ketahui kemampuan berpikir analisis sangatlah penting untuk kita miliki… Nah Bagaimana atau seperti apa kang kiat kiat kita dalam melatih kemampuan ini secara efektif dan optimal…
    Di tunggu jawabannya…terimakasih

    • Bisa bu Lina,
      Ada beberapa test untuk mengukur daya analitis siswa. Biasanya merupakan test dan studi kasus terhadap hal yang membutuhkan penalaran secara logis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s